Viral Premanisme di Pantai Balekambang, Ini Pernyataan PD Jasa Yasa

Viral Premanisme di Pantai Balekambang, Ini Pernyataan PD Jasa Yasa
Viral Premanisme di Pantai Balekambang, Ini Pernyataan PD Jasa Yasa

MALANGTIMES - Wilayah Kabupaten Malang menyimpan beragam destinasi pariwisata yang mampu menyedot animo para wisatawan. Namun, keindahan pariwisata Pantai Balekambang yang berada di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur kali ini tercoreng oleh insiden pemukulan yang arogan oleh petugas parkir terhadap wisatawan. 

Aksi tersebut, sekarang ini menjadi viral di media sosial setelah pemilik akun @Davina Amandita sekaligus korban menguggah foto petugas parkir Balekambang yang menampar anaknya. Andita dalam postingannya di Facebook menuliskan kegelisahannya. Inilah postingannya pada 2 Januari 2018, #Pantai BALE KAMBANG MALANG#. Cerita indah di Pantai Balekambang, tapi sayang banget harus diwarnai insiden yang bikin trauma. 

Akibat ulah arogan petugas parkir. #mungkin-udah-kebal-hukum, #premanisme diberlakukan di sana. Tanpa masalah berarti begitu mudah orang ini maen tangan mukul orang. Anakku gak bersalah apa-apa ditampar disini, apa emang begini cara memperlakukan pengunjung ya????? #orang pakai atribut polisi ini menampar pipi anaku yang gak bersalah apa-apa. gimana pendapat kalian all???? Tolong ingat orang yang mukul anaku orang berompi tulisan polisi baju lengan merah, bukan yang pakai baju singlet. makasih.

Dalam postingan itu, Davina Amandita mendapat ratusan komentar dan ribuan like. Dalam komenyarnya Davina menjelaskan kronologinya.

"Awalnya masuk parkiran waktu bayar karcis di depan kan udah ada biaya parkir to, disitu bayar lagi, aq beneran gak tau terus aq nanya bayar lagi ya pak, (yo mbak) terus aq nanya lagi, motor boleh dibwa ke pinggir pantai gak??  Udah nada tinggi jawabe (karepmu lek ilang tanggung dewe), aq bilang loh aq kan cuma nanya pak suruh bayar juga tak bayar tapi motore pengen tak bawa deket pantai soale nginep terus rombongan sama mobil juga, eh malah bentak-bentak katanya aq gak ngerti aturan, anakku di belakangku tak ajak ngomong motore dibawa deket mobil ya anaku jawab aq,, yo, lha mlah motore didpane pintu masuk parkir ditendang roda depane anaku cuma bilang aq bayar loh pak kenapa nendang, trs anakku masuk ke area parkir tapi yang arah ke area pantai aq duluan agak jauh 10 meter mungkin disitu anakku dicegat diomeli 3 tukang parkir marah-marah, sampai anakku kecil nangis, ehh gak nyangka yang satu langsung nampar anakku, sumpah demi Allah benar ini yang terjadi aq gak ngurang gak nambahi,, aq deketi aq nanya kenapa maen kasar malah ngomel smua, aq gak mau nambahi ribut, aq cuma diem ngliatin mereka menjauh terus aq baru inget ambil foto mereka, uang parkir 20 ribuau dikembalikan aq gk mau terima,,  buat apa setelah mukul orang ngasih uang 20 ribu, ini biar dibaca siapa aja,  syukur kalau ada yang terkait bisa ngasih peringatan keras sama orang tersebut kalau perlu pecat dari kerjaanya".

Dalam hal ini, Direktur Utama PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, Ahmad Faiz Wildan menjelaskan pihaknya merasa dirugikan atas kejadian tersebut bahwa Tempat Kejadian Perkara (TKP) bukan di wilayahj Pantai Balekambang.

"Saya klarifikasi kepada masyarakat bahwa itu bukan wilayah kami, tapi area samping Pantai Balekambang posisinya di Pantai Regent. Saya merasa dirugikan dengan insiden ini," kata Wildan kepada MalangTIMES, Sabtu (6/1/2018).

Maka dari itu, menurutnya kejadian yang dikira masyarakat di Pantai Balekambang lantaran ketidakpahaman pengunjung bahwa parkiran itu masuk area Pantai Balekambang.

"Saya menjelaskan kejadiannya sudah beda rumah mas, saya tegaskan dengan benar munculnya postingan di beberapa media sosial itu tidak benar di Pantai Balekambang," tegasnya.

Menurut Wildan bahwa petugas parkir itu merupakan pegawai dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) milik Perhutani.

"Itu bukan petugas kami, kami hanya memiliki 19 pegawai. Kalau itu pegawai yang bertugas di wilayah kami langsung saya pecat tidak terhormat," lanjut Wildan.

Wildan menerangkan bahwa institusi pengelolaan wisata dari PD Jasa Yasa bekerja dengan menghilangkan pungutan liar, ketidakramahan dan perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap pengunjung.

Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top