Voli di Kabupaten Malang, Sangat Diminati tapi Minim Atlet Menonjol

Bola voli, salah satu cabor yang memiliki penonton loyal. Tampak laga final kejuaraan bola voli putri Piala Tiga Pilar Kabupaten Malang antara Merpati dan Perkasa Blitar. (Nana)
Bola voli, salah satu cabor yang memiliki penonton loyal. Tampak laga final kejuaraan bola voli putri Piala Tiga Pilar Kabupaten Malang antara Merpati dan Perkasa Blitar. (Nana)

MALANGTIMES – Permainan bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat familiar dengan masyarakat. Serupa dengan sepak bola, bola voli telah menjadi ruang relaksasi yang menghibur dalam masyarakat. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat untuk menonton pertandingan voli di berbagai level kejuaraan.

Sayangnya, bola voli terkesan masih cabang olahraga (cabor) nomor kesekian dalam perolehan gelar atau prestasi. Khususnya di wilayah Kabupaten Malang. Kekuatan permainan yang mengandalkan enam orang pemain di lapangan itu masih terus ada dikarenakan militansi para pengurus serta “hausnya” masyarakat untuk mendapatkan hiburan menyehatkan selain sepak bola, misalnya.

Dari data KONI Kabupaten Malang, meskipun para atlet  terus berkembang, masih banyak yang belum mampu menembus pelatnas. Yang berpeluang besar menembus pelatnas hanyalah gulat dan selam. “Selain dua cabor itu, ada anggar dan paralayang. Cabor ini yang memiliki peluang menembus pelatnas,” kata Asyari, ketua umum KONI Kabupaten Malang, Minggu (24/12).

Belum munculnya bibit-bibit unggulan dalam bola voli di Kabupaten Malang ini terlihat juga dalam gelaran kejuaraan tiga pilar yang diselenggarakan Jurnalis Polres Malang (JPM) dan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) yang dilehat selama seminggu kemarin.

Sebanyak 16 tim putri bola voli se-Malang Raya dan luar daerah seperti Blitar yang berlaga di GOR SMAN 1 Turen memperlihatkan kualitas permainan para atlet yang mewakili Kabupaten Malang. Gelar juara diborong oleh utusan Blitar, yaitu Merpati, sebagai jawara kejuaraan bola voli putri tiga pilar dan tim perkasa di urutan kedua. Tim perwakilan Kabupaten Malang harus berpuas diri di urutan ketiga yang dimenangkan RBC Bululawang dan juara keempat diraih Divosi Kepanjen. 

Walaupun di luar ekspektasi penonton yang kebanyakan berasal dari masyarakat Kabupaten Malang, antusiasme mendukung tim bola voli putri patutlah diapresiasi. Irawan Yudoyono (39), warga Gondanglegi yang hadir bersama keluarganya mengatakan, walau cukup kecewa dengan hasil akhir pertandingan yang didominasi perwakilan Blitar, dirinya sangat menikmati setiap pertandingan.

“Ini bagus, Mas, ada pertandingan voli putri seperti ini. Selain bisa menjadi hiburan, juga jadi alat ukur sejauh mana atlet Kabupaten Malang,” ujar Irawan yang menyukai bola voli ini kepada MalangTIMES, Sabtu (23/12) malam setelah puncak pertandingan kejuaraan bola voli putri tiga pilar usai.

Hal senada juga disampaikan Wulandari (37), warga Turen. Perempuan cantik penggemar bola voli ini cukup kecewa dengan hasil pertandingan yang dimenangkan oleh perwakilan Blitar. “Tapi ini pertandingan. Pasti ada yang menang dan kalah. Yang pasti, saya merasa terhibur selama hampir seminggu menonton ini,” ujarnya.

Prestasi dalam olahraga apa pun menjadi penting. Karena tujuan suatu pertandingan adalah memenangkan gelar tertinggi. Tapi, kegembiraan masyarakat dalam menyaksikan suatu pertandingan juga tidak kalah penting. Gerakan mencintai olahraga, seperti bola voli, akan menjadi bagian penting menumbuhkan geliat para atlet. Event-event kejuaran menjadi media dalam mengasah skill para atlit bola voli di Kabupaten Malang.

Hal inilah yang ditangkap jeli juga oleh PBVSI dalam terus menggelorakan berbagai kejuaraan. Bahkan Ketua Umum PBVSI Kabupaten Malang AKBP Yade Setiawan Ujung memiliki harapan tinggi bahwa setiap tiga bulan sekali ada event kejuaraan bola voli di wilayahnya.

“Harapannya bisa seperti itu. Semakin banyak pertandingan yang digelar akan semakin terasah kemampuan para atlit bola voli di sini,” ujar Ujung yang juga mengatakan, Kabupaten Malang memiliki atlet-atlet unggulan bola voli yang patut untuk terus diasah dalam berbagai pertandingan. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top