Spiker Cantik Ini Bergelut di Arena Voli demi Umrahkan Orang Tua

Galuh Panggalih Dewanti (kanan). spiker RBC Bululawang yang bercita-cita mengumrahkan orang tuanya melalui pergulatannya dalam dunia bola voli. (Istimewa)
Galuh Panggalih Dewanti (kanan). spiker RBC Bululawang yang bercita-cita mengumrahkan orang tuanya melalui pergulatannya dalam dunia bola voli. (Istimewa)

MALANGTIMES - Permainannya di lapangan ciamik dan berenergi. Ditunjang penampilannya yang memikat penonton, dara cantik berusia 19 tahun ini membuat siapa pun terpesona.

Galuh Panggalih Dewanti. Begitulah nama dara kelahiran Kota Tahu Kediri 29 Juni 1998 itu. Berperan sebagai spiker atau smasher di tim RBC Bululawang, Galuh sukses membawa timnya itu melaju ke semifinal kejuaraan bola voli Piala Tiga Pilar Kabupaten Malang. Selain itu, sepanjang turnamen, dara cantik ini menjadi pusat perhatian penonton ketika berlaga.

MalangTIMES yang berkesempatan mewawancarai Galuh usai pertandingan mengorek beberapa impiannya, baik sebagai atlet maupun remaja yang sedang mencari jati diri.

Dari mulut mungil Galuh. meluncur berbagai impiannya. "Yang pasti karena saya mencintai bola voli, impian saya adalah bisa masuk di tim nasional," katanya kepada MalangTIMES, Kamis (21/12).

Galuh melanjutkan, semua pemain bola voli tentunya berharap bisa mengharumkan nama Indonesia melalui olahraga tersebut. Dengan impiannya tersebut, dirinya yang terbilang belia ini menempa dirinya dalam disiplin tinggi.

Latihan rutin menjadi santapannya sebagai spiker bola voli. Bersimbah keringat menjadi hal biasa bagi dara berkulit kuning langsat yang memiliki tinggi badan 165 sentimeter ini.

Disinggung tentang penampilannya yang selalu menjadi pusat perhatian setiap kali berlaga, Galuh hanya tersenyum manis. "Biasa saja. Bola voli permainan grup. Tidak ada yang teristimewa. Semua punya peran penting," ujarnya yang juga menegaskan sebagai pemain bola voli, wajib memiliki sikap rendah hati.

"Rendah diri jadi benteng bagi saya atau pemain lain. Walaupun disanjung banyak orang, jangan sampai lupa diri," imbuh dara yang bercita-cita mengumrahkan kedua orang tuanya ini melalui hobi bermain bola voli-nya ini. "Orang tua adalah motivasi terbesar bagi saya," ucapnya.

Impian mengumrahkan kedua orang tuanya ini dengan hasil keringatnya bermain bola voli yang mulai disukainya sejak SMA adalah harapan besar Galuh. Minimal, ujar alumni SMAN 8 Kediri, saat ini dirinya bisa membantu meringankan beban orang tuanya dengan bermain bola voli.

"Sudah bisa meringankan beban orang tua. Misal masuk SMA dan kuliah tanpa biaya, itu sudah prestasi besar bagi saya," ujar Galuh yang kini berdomisili di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

Suka duka telah direguk  Galuh yang juga pernah memperkuat tim bola voli putri Pervik Kota Kediri. Berbagai prestasi pun telah banyak diraihnya.  Antara lain juara 2 voli antar kampus se-Indonesia 2017, juara 1 Kejurda Junior 2014, juara 3 Kejurda Junior 2015.

Selain menyukai bola voli, dara cantik yang mengaku belum memiliki kekasih hati ini juga menggeluti dunia modelling. Bahkan, dengan tersipu malu, dirinya mengaku memiliki cita-cita menjadi pramugari. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Angga .

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top