Burung- Burung Ini Jadi Ikon Kota di Indonesia, Kota Malang Memilih Burung Apa Ya?

ilustrasi
ilustrasi

MALANGTIMES - Banyak flora dan fauna yang dijadikan ikon kota-kota di Indonesia. Salah satu yang banyak dijadikan sebagai ikon kota atau kabupaten adalah burung untuk kategori ikon fauna. Ini dia lima kota/kabupaten yang menjadikan burung sebagai ikon wilayahnya.

1. Kuntul Perak Kota Bontang


Kuntul perak adalah jenis burung bangau. Burung ini dinilai bisa mewakili ciri khas Bontang. Makanya, keberadaan burung penetap dari genus Mesophyx ini dipilih menjadi maskot Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Ciri utamanya adalah paruh agak pendek dan leher berbentuk S tanpa simpul. Garis paruh tidak melewati mata. Ciri lainnya adalah iris kuning, paruh kuning berujung coklat, tungkai dan kaki hitam. Hidupnya kadang sendiri dan berkelompok kecil. Kelompok burung kuntul perak biasanya menyebar jika mencari makan, tapi mengumpul jika terganggu atau saat terbang datang dan pergi.

Makanannya adalah ikan, katak, serangga air, dan belalang. Sarangnya biasa terbuat dari ranting-ranting yang disusun seperti panggung di atas pohon. Telurnya berwarna hijau biru pucat dan bisa menelurkan 3 sampai 4 butir.


2. Elang Bondol DKI Jakarta


Elang bondol ditetapkan sebagai lambang Provinsi DKI Jakarta, bersama salak condet dari jenis flora, pada 1989. Walau bukan kategori burung migrasi antar benua, populasinya tersebar di seluruh Indonesia, India, Cina Selatan, Filipina dan Australia. Ia hidup di sepanjang sungai, rawa, pantai, hutan mangrove atau danau sampai ketinggian 3000 meter dari permukaan laut. Ia mudah ditemukan pula di daerah yang dekat dengan pelabuhan.


3. Burung Walet Kota Metro


Salah satu jenis binatang yang menjadi ciri khas Kota Metro Propinsi Lampung adalah Burung Walet. Burung walet (Collocalia Vestita) merupakan burung dengan sayap meruncing, berekor panjang, berwarna hitam dengan bagian bawah tubuhnya coklat.

Burung walet hidup di pantai serta daerah permukiman, menghuni gua atau ruang besar, seperti bubungan kosong. Burung Walet tidak dapat bertengger karena memiliki kaki yang sangat pendek sehingga sangat jarang berdiri diatas tanah tetapi bisa menempel pada dinding tembok atau atap.


4. Burung Manguni atau Burung Hantu Sulawesi Utara


Burung Manguni atau Burung Hantu merupakan burung yang dianggap suci dan ajaib oleh suku Minahasa. Burung ini dipercaya ditugaskan oleh Opo Empung Wangko (Tuhan) untuk selalu memberi petunjuk kepada suku Minahasa dan dianggap suci.

Di saat leluhur suku Minahasa sedang hanyut karena peristiwa air bah dan pada akhirnya reda, mereka diperintahkan pergi ke tanah yang dijanjikan oleh Opo Empung Wangko. Perjalanan mereka dituntun oleh burung Manguni hingga sampai ditempat yang diperintahkan oleh Opo Empung Wangko.

5. Kota Malang dengan Ikon Burung Manyar


Publik banyak yang tidak tahu bahwa Malang memiliki berbagai ikon sebagai identitas wilayah. Tidak hanya maskot berupa Osi dan Ji, tapi ikon flora dan fauna pun Kota Malang punya. Nah, ikon fauna Kota Malang berdasarkan SK Gubernur nomor 5225/16774/032/1996 adalah burung Manyar (Ploceus Manyar).

Manyar adalah jenis burung pemakan biji-bijian (granivora) namun terkadang juga makan serangga-serangga kecil, yang menyukai habitat terbuka seperti padang rumput, tepi hutan, rawa dan persawahan. Burung ini biasanya mencari makan di akasia berduri atau semak-semak.

Burung manyar membuat sarangnya pada ujung-ujung cabang pohon yang tinggi, seperti pada pohon kelapa ataupun di rumput gelagah yang tinggi. Burung manyar dikenal sebagai burung penenun finches karena burung ini sangat cekatan dalam menenun daun, ranting, dan serat tumbuhan menjadi sarang yang sangat indah.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Aditya Fachril Bayu
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top