Harga Beras Terus Naik, Disperindag dan Bulog Gelar Operasi Pasar

Mohamad Ramli, staf perdagangan yang mewakili Disperindag Kabupaten Malang, dalam operasi pasar beras di Pasar Kepanjen (kiri), Selasa (19/12). (Nana/MalangTIMES)
Mohamad Ramli, staf perdagangan yang mewakili Disperindag Kabupaten Malang, dalam operasi pasar beras di Pasar Kepanjen (kiri), Selasa (19/12). (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hukum pasar tidak bisa dipegang. Terutama saat menghadapi hari besar nasional dan akhir tahun. Harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat perlahan tapi pasti terus merangkak naik.

Harga beras, misalnya, mendekati akhir tahun 2017 terus merangkak. Kondisi inilah yang membuat Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan menggandeng Bulog Sub-Divre Malang menggelar operasi pasar.

Operasi pasar yang difokuskan kepada bahan pokok beras ini, menurut Kepala Disperindag Kabupaten Malang Nurcahyo, melalui staf perdagangan yang terjun langsung dalam kegiatan tersebut, sebagai bentuk pengendalian harga. "Menjelang akhir tahun, harga beras di beberapa pasar besar mulai naik. Karena itu, kami gelar operasi pasar ini," kata Mohamad Ramli, staf perdagangan Disperindag yang mewakili kepala bidangnya, di Pasar Kepanjen, Selasa (19/12).

Harga beras, khususnya IR 64 medium, di lima pasar besar daerah, yaitu Singosari, Kepanjen, Turen, Lawang, dan Karangploso kini telah mencapai kisaran Rp 9.000 sampai Rp 9.700 per kilogram.

Harga ini bisa dimungkinkan terus naik mendekati akhir-akhir tahun 2017. "Tentunya Pemerintah Kabupaten Malang tidak ingin harga beras sebagai makanan pokok terus naik. "Operasi pasar ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat," ujar Ramli.

Dalam operasi pasar beras hari kedua di Pasar Kepanjen, Disperindag bersama Bulog Sub Divre Malang membawa 1 ton beras IR 64 medium untuk dijual dengan harga di bawah pasaran. Harga yang dijual dalam operasi pasar adalah Rp 8.100 per kilogram. Sistem yang dijual kepada masyarakat dalam bentuk satu paket yang berisi 5 kilogram beras.

Antusias warga pun cukup tinggi. Beberapa perempuan mengerubungi kendaraan berisi beras yang dibawa Bulog. "Kebetulan ada operasi begini. Jadi, bisa beli cukup banyak untuk kebutuhan di rumah. Harganya di bawah pasar, Mas," kata Ibu Kholik, warga Kepanjen yang membeli dua paket beras.

Tri Irawan Ningsih, warga Pakisaji yang diantar suaminya, juga memborong empat paket beras atau 20 kilo yang rencananya akan dipakai untuk syukuran di rumahnya. "Kami olah nanti berasnya untuk tasyakuran di rumah. Harganya kan di bawah pasar meskipun kemasannya kali ya yang kurang menarik," ucapnya kepada MalangTIMES.

Operasi pasar khusus beras ini rencananya akan dilakukan di beberapa pasar besar yang dimungkinkan akan terus mengalami kenaikan harga. "Rencana besok (Rabu, 20/12) kami gelar di Pasar Singosari dan lusanya di Pasar Karangploso," pungkas Ramli. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Angga .

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top