Simak Ekspresi Para Penyandang Disabilitas setelah Diberi Alat Bantu oleh Dinsos Kabupaten Malang

Syahda Ardelia Amarta pelajar SLB Islam Yasindo Tumpang penyandang tina rungu wicara mendapat alat bantu dengar dari Dinas Sosial Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Syahda Ardelia Amarta pelajar SLB Islam Yasindo Tumpang penyandang tina rungu wicara mendapat alat bantu dengar dari Dinas Sosial Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wajah sumringah terpancar di wajah para penerima bantuan yang diberikan Dinas Sosial Kabupaten Malang, Senin (18/12/2017).

Bantuan ini diberikan ini bertepatan dengan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang, Jalam Agus Salim No.7, Malang.

Wajah sumringah ini  ditunjukkan Syahda Ardelia Amarta, pelajar tuna rungu wicara dari SLB Islam Yasindo Tumpang.  

Syahda, sapaan akrabnya, tampak senang saat menerima bantuan alat dengar dari Dinas Sosial yang diserahkan langsung Wakil Bupati Malang, H. M. Sanusi dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Sri Wahyuni Puji Lestari.

Saat Sanusi memberikan bantuan dan memasangkan langsung ke telinga perempuan kelahiran 9 Juni 2005 ini dirinya terlihat tersenyum lepas. Usai dipasang alat bantu pendengaran kepada Syahda, Sanusi lalu mencoba berdialog dengannya.

"Assalamualaikum Syahda," kata Sanusi sembari menatap wajah polosnya. Lalu Syahda menjawab "Walaikumsalam," ucap Syahda sambil menatap wajah Sanusi.

Kepada MalangTIMES, Syahda mengatakan dirinya merasa senang dan bangga mendapat bantuan alat pendengaran dari Dinsos Kabupaten Malang.

"Saya senang sekali. Saya kabari orangtua saat pulang nanti," ucap Syahda didampingi gurunya, Mar Ati.

Tak hanya Syahda saja yang merasa senang mendapat bantuan sosial. Hal sayang sama juga dirasakan Dewa Tri Surya Buwana, pelajar asal SDN Donomulyo 7 yang juga mendapat alat bantu jalan.

"Saya senang mas, anak saya bisa mendapat bantuan pertama kalinya dari Pemkab Malang," kata Wignyo, ayahnya ketika mendampingi anaknya pemasangan alat bantu jalan.

Wignyo menceritakan anak ketiganya itu sejak masuk SD sudah mengenakan alat bantu jalan pemberian panti asuhan. 

"Sebelumnya Dewa mendapat bantuan alat jalan dari panti asuhan. Bantuan alat jalan diberikan maksimal 1 tahun sekali, tergantung perkembangan tinggi badannya. Kalau sudah tinggi harus diganti kaki palsunya," paparnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang Sri Wahyuni Puji Lestari mengatakan maksud dan tujuan pemberian bantuan sosial ini untuk mengentaskan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Malang.

"Pada peringatan HKSN ini kami menggelontorkan bantuan alat untuk mobilitas bagi kaum disabilitas dan sembako untuk kebutuhan sehari-hari mereka," kata perempuan yang akran disapa Yayuk itu.

Yayuk menerangkan bantuan yang digelontor Dinsos dalam HKSN ini di antaranya 125 kursi roda, tongkat kruk dan alat bantu jalan. Selanjutnya, 130 tongkat bagi penyandang tuna netra, 40 alat bantu dengar, 350 paket sembako, dan 40 unit mesin jahit.

Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top