2017, Penderita Difteri di Kota Batu Meningkat 14 Orang

Kepala Dinas Kesehatan Batu Drg Kartika Trisulandari (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Kepala Dinas Kesehatan Batu Drg Kartika Trisulandari (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

KOTA BATU - Sepanjang tahun 2017 tercatat ada sekitar 14 orang  menunjukkan gejala difteri di Kota Batu. Dari 14 orang itu, satu di antaranya positif terjangkit virus difteri.

JIka dibandingkan dengan 2016, ada peningkatan jumlah penderita difteri di Kota Batu.  Sebab, tahun lalu, dari data Dinas Kesehatan Kota Batu, hanya ada tiga  orang yang menunjukkan gejala diserang virus difteri. Dari tiga itu, yang positif terjangkit difteri ada satu orang.

"Kalau tahun 2015, yang terkena difteri ada 6 orang dan yang positif tidak ada," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Batu Drg Kartika Trisulandari, Jumat (15/12/2017).

Ia menjelaskan, saat ada yang positif terjangkit difteri, pihaknya langsung memberikan outbreak response immunization (ORI). ORI ini merupakan upaya untuk mencegah penularan difteri mengingat penyebarannya melalui udara dan kontak langsung dengan penderita.

Misalnya, pada tahun 2016, ada 2.000 orang di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, yang diberi ORI. Sebab, satu orang yang menderita difteri itu berpindah-pindah tempat. "Kami memberikan ORI itu kepada mereka yang memang ada kontak dengan penderita tersebut. Kenapa kok banyak? Kebetulan penderita itu aktif melakukan kegiatan di berbagai tempat sehingga banyak orang yang perlu diberi ORI," katanya saat ditemui di  Balai Kota Among Tani.

Kemudian  tahun 2017, dari satu orang yang mengidap difteri, ORI diberikan kepada  400 orang di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo. "Rata-rata yang  terkena ini berusia remaja hingga produktif, usia 17 tahun hingga 30 tahun ke atas. Tetapi ada juga balita yang terkena gejala difteri," ujar Kartika kepada BatuTIMES.

Untuk mencegah menyebarnya virus difteri ini, Dinkes terus melakukan sosialisasi kesehatan, baik di tingkat RT/RW, puskesmas, polindes, posyandu. Terutama menggalakkan imunisasi untuk kewaspadaan dini. Di samping itu, pihaknya menyatakan kalau setiap rumah sakit sudah melengkapi fasilitas untuk menangani pasien difteri.

Kartika pun mengimbau kepada masyarakat Kota Batu untuk tidak menyepelekan imunisasi lengkap. Juga perlu kewaspadaan dini. "Semua bisa terjadi kapan saja dan semua umur. Karena itu, jangan menyepelekan imunisasi," tandasnya.

Diketahui gejala penyakit ini adalah batuk, demam, nyeri telan, terdapat bercak-bercak di tenggorokan, dan bengkak leher. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Angga .
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top