Alokasi Jamban Sehat Naik Jadi Rp 3 Miliar di Tahun 2018, Ini Sebabnya

Kabid Perumahan DPKPCK Kabupaten Malang mewakili Kadis Wahyu Hidayat (Nana/MalangTIMES)
Kabid Perumahan DPKPCK Kabupaten Malang mewakili Kadis Wahyu Hidayat (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Komitmen ODF (Open Deffacation Free) atau bebas buang air besar sembarang terus dideklarasikan di berbagai desa yang ada di Kabupaten Malang. Target Kabupaten Malang dalam menihilkan perilaku tidak sehat untuk urusan 'hajat besar' ini dicanangkan tahun 2018. Langsung di bawah arahan dan komando orang nomor satu di Kabupaten Malang, yaitu Dr H Rendra Kresna.

Komitmen ODF di 378 desa yang ada di Kabupaten Malang ini pun bukan sekedar hanya instruksi. Tapi dibarengi dengan adanya gelontoran dana untuk membangun jambanisasi sehat bagi warga masyarakat tidak mampu.

Di tahun 2017 pembangunan jamban sehat digelontor sebesar Rp 2 miliar dengan target pembangunan sebanyak 400 unit. "Setiap unit jamban sehat ini dialokasikan 5 juta rupiah," kata Wahyu Hidayat Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang melalui Kabid Perumahan Imam Suyono, Jumat (08/12).

Anggaran jambanisasi bagi warga tidak mampu ini dalam upaya meningkatkan perilaku hidup sehat. Sehingga diharapkan warga yang dibantu dengan program ini menjadi manusia-manusia sehat. Dan ujungnya mereka bisa lebih produktif dalam menjalankan kehidupannya.

Selain tentunya juga untuk menjaga lingkungan hidup sekitar, yang biasanya dijadikan ruang BAB sembarangan. Misalnya sungai yang menyebabkan terjadinya kontaminasi pada airnya dan menjadi penyebab berbagai penyakit.

"Banyak hal yang ingin dijembatani dengan pembangunan jamban sehat ini. Karenanya, di tahun 2018 direncanakan ada penambahan anggaran," terang Imam kepada MalangTIMES.

Dari penuturan Imam, rencana anggaran jamban sehat menjadi Rp 3 miliar di tahun 2018. Dengan target pembangunan jamban sebanyak 300 unit. 

Disoal mengenai kenaikan anggaran di tahun depan yang naik 1 miliar rupiah, tetapi kuantitas pembangunan jamban yang turun sebanyak 100 unit, Imam mengatakan, memang ada konsep berbeda untuk tahun 2018 mendatang.

Pola pembangunan jamban di tahun 2017 lebih banyak berada di luar rumah yang biasanya juga dilakukan renovasi total. Selain itu bentuk jamban juga bersifat terbuka. "Di tahun 2018 pembangunan jamban direncanakan tertutup. Sehingga setiap unit di alokasikan 10 juta rupiah," urai Imam yang berharap memasuki tahun depan target-target dalam memberikan ruang hidup layak bagi warga pra sejahtera bisa terealisasi.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top