Lagi, Ketua BK DPRD Kota Malang Dicecar KPK

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Malang Suprapto saat menyaksikan penggeledahan mobil pribadinya oleh Tim Penyidik KPK, Agustus lalu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Malang Suprapto saat menyaksikan penggeledahan mobil pribadinya oleh Tim Penyidik KPK, Agustus lalu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Proses penyidikan kasus rasuah di Kota Malang terus berlanjut. Setelah awal September lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menahan para tersangka kasus dugaan suap anggaran daerah, pekan ini proses pemeriksaan saksi kembali berlanjut.

Berbeda dengan agenda sebelumnya yang digelar di Jakarta atau di Kota Malang, kali ini saksi yang terjadwal diminta datang ke Polres Madiun Kota. Penyidikan untuk kasus Kota Malang dibarengkan dengan agenda pemeriksaan dugaan kasus jual beli jabatan dengan tersangka Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, penyidik merencanakan pemeriksaan lanjutan pada saksi-saksi selama empat hari. Yakni sejak Selasa (5/12/2017) lalu hingga Jumat (8/12/2017) mendatang.

"Pemeriksaan dilakukan di Aula Bara Makota Madiun, Polres Kota Madiun. Penyidik memeriksa saksi-saksi untuk tersangka MAW (Moch Arief Wicaksono, mantan Ketua DPRD Kota Malang)," urai Febri melalui pesan WhatsApp. 

"Pada Selasa (5/12/2017) penyidik memeriksa seorang anggota DPRD Kota Malang. Rabu tidak ada saksi yang diperiksa dan dilanjutkan hari ini (7/12/2017) di tempat yang sama, yaitu terhadap saksi Suprapto," terangnya.

Suprapto sendiri merupakan anggota Komisi C DPRD Kota Malang. Dia juga merangkap jabatan sebagai ketua Badan Kehormatan (BK) dewan dan ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pemeriksaan yang dilakukan, merupakan pendalaman atas kesaksian yang telah diberikan sebelumnya. "Untuk materi pemeriksaan, penyidik masih terus mendalami penerimaan oleh anggota DPRD Kota Malang terkait APBD tahun anggaran 2015," jelasnya. Namun, Febri belum merinci nama-nama lain yang dipanggil untuk kembali memberikan kesaksian. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Suprapto telah dipanggil beberapa kali oleh KPK untuk memberikan kesaksian. Terakhir, Suprapto diperiksa bersama 10 saksi lain di aula Polres Malang Kota pada 19 Oktober silam. 

Selain itu, tim penyidik KPK menggeledah mobil pribadi Suprapto pada 10 Agustus lalu. Penggeledahan yang berlangsung sekitar 10 menit itu dilakukan di sela penggeledahan di gedung DPRD Kota Malang. Awalnya, mobil Honda CRV warna putih nopol N 983 BB itu diparkir di luar komplek gedung DPRD.

Mobil itu lalu dibawa ke halaman gedung oleh salah satu penyidik KPK. Di halaman itu, tim penyidik yang berjumlah empat orang dengan rompi KPK melakukan penggeledahan di dalam mobil tersebut.

Setelah sekitar 10 menit menggeledah, penyidik kembali ke dalam gedung DPRD Kota Malang dengan membawa sejumlah berkas.

 

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top