Viral, Netizen Keluhkan Kelangkaan LPG di Malang, Pertamina Jamin Suplai Aman

Tulis salah satu akun Facebook mengungkapkan kegelisahan kelangkaan LPG (Foto : Istimewa)
Tulis salah satu akun Facebook mengungkapkan kegelisahan kelangkaan LPG (Foto : Istimewa)

MALANGTIMESSejak dua hari lalu ramai dibicarakan di media sosial (medsos) tentang isu kelangkaan tabung gas melon atau tabung gas isi tiga kilogram untuk wilayah Malang. 

Postingan Yoga Agus, salah seorang netizen salah satu grup komunitas di facebook yang mengungkapkan  saat ini tabung gas melon mengalami kelangkaan hingga harganya melonjak menjadi  Rp 20 ribu di wilayah Kedungkandang.

"Harga gas Rp 20.000, dari pada gak nok, gak iso kerjo masak bakso ya ditumbas ae, mudah-mudahan segera normal kembali gas melon," tulis Yoga Agus di salah satu grup facebook pada Rabu (6/12/2017).

Selain Yoga, juga ada Dian Komala Sari yang menuliskan bahwa di kawasan Sawojajar juga mengalami kelangkaan tabung gas tiga kilo. Ia menemukan sisa stok tabung gas tiga kilo di kawasan Madyopuro.

"Ndek Sawojajar yo langka, baru nemu ndek kampung Madyopuro (di Sawojajar juga langka, baru nemu di Kampung Madyopuro)," tulis Dian pada kolom komentar salah satu postingan terkait kelangkaan LPG.

Bahkan, ada yang sedikit lucu. Pemilik akun bernama Anik Purwanti menuliskan kegelisahannya terkait kelangkaan LPG dengan memberikan emotion menangis. "Dimanakah engkau berada, aku membutuhkanmu," tulisnya.

MalangTIMES juga memantau langsung ke sejumlah toko di kawasan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Apa yang menjadi keresahan netizen di media sosial ternyata benar adanya.

Sejumlah toko yang kami didatangi menyatakan sejak dua hari lalu memang LPG 3 kg langka. Kalaupun ada, dijual dengan harga tidak seperti biasanya. Bahkan, ada toko yang menjual dengan harga Rp 25 ribu. 

"Sudah lama nggak diantar mas. Ada yang antar ke sini cuma harganya naik segitu," jelas salah seorang pemilik toko di kawasan Merjosari.  

Menanggapi hal tersebut, Unit Manager Komunikasi Pertamina dan CSR Marketing Operation Region (MOR) V , Rifky Rahman Yusuf membantah bahwa di Malang LPG langka. 

Ia mengatakan sebenarnya suplai LPG di wilayah Malang Raya aman. Berita yang beredar di media sosial tersebut tidak benar.

"Nggak lah, info itu tidak benar mas. Memang di beberapa daerah beritanya seperti itu. Namun setelah kita cek di lapangan memang ada kok stoknya," jelasnya ketika dihubungi MalangTIMES, Kamis (7/12/2017).

Menyambut akhir tahun, pihaknya mengaku sudah membentuk satgas yang bertugas mengawasi suplai kebutuhan LPG dan BBM yang akan bekerja mulai minggu depan.

"Insyallah Malang Raya aman. Kami lagi prepare  persiapan natal dan tahun baru. Kami sudah bentuk tim satgas yang bekerja mengawasi suplai BBM dan LPG mungkin mulai Minggu depan akan mulai, tujuh hari sebelum hari H dan sesudah hari H," ungkapnya.

Sementara itu, Eka Wulantari Kasi Tertib Niaga Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang yang juga anggota tim satgas LPG tiga kilo juga membenarkan stok elpiji di Kota Malang dalam keadaan normal.

"Saya tadi sudah telfon kordinator LPG wilayah Malang dan memang nggak ada. Semua masih normal saja. Mungkin langka itu karena siangnya habis, tapi sore sudah ada lagi, sudah di drop," paparnya.

Ia justru mempertanyakan kabar kelangkaan LPG tersebut sumbernya dari mana. Sebab, pihaknya mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pihak Senior Executive LPG VI, wilayah Malang, Pasuruan, dan Probolinggo dan semuanya menyatakan stok di Malang aman.

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top