Bupati Malang Tegas Tidak Beri Izin Siapapun yang akan Melakukan Alih Fungsi Lahan Pertanian

Hasil dari 50 ribu ha lahan perkebunan telah dinikmati para petani. Hal ini akan terus dijaga oleh Pemkab Malang dalam persoalan ancaman alih lahan pertanian. (Dalam foto Bupati Malang mencicipi durian asli Pujon) (Nana/MalangTIMES)
Hasil dari 50 ribu ha lahan perkebunan telah dinikmati para petani. Hal ini akan terus dijaga oleh Pemkab Malang dalam persoalan ancaman alih lahan pertanian. (Dalam foto Bupati Malang mencicipi durian asli Pujon) (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Produk Domestik Regional  Bruto (PDRB) Kabupaten Malang 30 persen nya di sumbang dari sektor pertanian. Sisanya berasal dari sektor industri, perdagangan, hotel, dan restoran. 

Besarnya PDRB dari sektor pertanian ini membuat Pemerintah Kabupaten Malang terus menguatkan komitmen dalam memberikan perlindungan terhadap lahan sektor pertanian yang memiliki luas wilayah 222.274 ha terdiri dari sawah, tegal/ladang/kebun, perkebunan dan hutan di tahun 2016.

Komitmen untuk terus menjaga luas lahan pertanian tersebut, disampaikan secara langsung oleh Bupati Malang Dr H Rendra Kresna kepada para petani yang hadir dalam acara temu usaha dan gelar produk unggulan pertanian Kabupaten Malang, Kamis (7/12/2017).

"Sikap kita jelas. Pemerintah Kabupaten Malang tidak akan mengubah struktur penggunaan lahan yang sesuai dengan visi, misi dan program kita dalam pertanian," kata orang nomor satu di Kabupaten Malang yang juga berasal dari keluarga petani ini.

Komitmen ini disampaikan ulang Rendra, karena dari berbagai informasi lahan-lahan di wilayah perkotaan semakin terancam dengan adanya kebutuhan hunian yang semakin tinggi.

Kondisi inilah yang membuat Rendra menyampaikan ulang komitmennya sejak dulu, yaitu tidak akan membiarkan lahan-lahan pertanian yang ada di perkotaan di Kabupaten Malang semakin menyusut dan habis setiap tahunnya.

"Jadi siapapun kita tolak kalau mau melakukan pembangunan hunian di wilayah-wilayah pertanian. Untuk masalah ancaman peralihan di perkotaan tersebut, saya akan kaji ulang lagi nanti," tegas Rendra.

Alih fungsi lahan pertanian menjadi hunian memang sempat menyeruak di tahun 2016. Dimana wilayah perkotaan terkategori kritis lahan pertaniannya dikarenakan massifnya pembangunan hunian yang tidak terkontrol. Sedangkan untuk wilayah perdesaan masih relatif aman dari sergapan para pengusaha.

Hasil perkebunan kopi Pujon juga merupakan aset. Lahan pertanian menjadi wajib terus dijaga di berbagai wilayah perkotaan Kabupaten Malang (Nana)

Walaupun relatif aman, lahan pertanian di perdesaan tetap perlu adanya penjagaan dari berbagai perubahan fungsi tersebut. Salah satu metode proteksi adalah terus mendampingi para petani untuk mencapai tingkat penghasilan yang bisa menyejahterakannya.

"Di sektor perkebunan, misalnya kita perlu mengoptimalkan lahan-lahan yang tidak diusahakan selama ini. Ini akan menambah jumlah produksi di sektor ini," ujar Rendra yang juga mencontohkan, dari 50 ribu ha lahan perkebunan saja, selain mampu meningkatkan pendapatan petani juga telah mampu menstabilkan harga secara nasional.

Optimalisasi lahan-lahan yang sementara tidak diusahakan, dari data Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang tahun 2016, seluas 1.303 ha.

Apabila lahan-lahan ini dikelola, ujar Rendra, akan menyumbang produksi perkebunan maupun hortikultura yang besar di Jawa Timur (Jatim).

"Kita akan terus mendukung sektor pertanian. Baik lewat kebijakan maupun anggaran daerah, provinsi maupun pusat. Kita dorong terus porsi pertanian menjadi paling besar," tegas Rendra yang disambut tepuk tangan para petani.

Soal adanya ancaman alih fungsi lahan pertanian di wilayah perkotaan, Rendra secara tegas tidak akan memberikan izin kepada siapapun yang akan melakukannya.

"Untuk masyarakat di perkotaan yang memiliki lahan pertanian, kita coba upayakan strategi lain. Misal tidak bayar PBB-nya atau yang lain. Nanti kita kaji dulu lebih spesifik untuk hal itu," pungkas Rendra.

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
  • Arema Buru Kemenangan, Borneo Waspadai Pemain Muda

    Sangat mepet masa recovery kontestan Piala Gubernur Kaltim 2018, termasuk Arema FC. Baru kalah adu penalti melawan PSIS Semarang Jumat (23/2), Arema kembali menghadapi laga kedua menghadapi Borneo FC petang nanti. Jadwal yang sangat singkat itu membuat pe

  • Arema Lawan Borneo, Balsa Bozovic In Action

    Momen untuk melihat penampilan Balsa Bozovic telah tiba. Laga kedua Piala Gubernur Kaltim 2018 melawan Borneo FC di Stadion Palaran, Samarinda, petang nanti bakal menjadi ajang perdana bagi playmaker asal Montenegro itu untuk unjuk kebolehan di Arema FC.

  • Balsa Bozovic On The Way Gabung Arema FC di Samarinda

    Setelah memisahkan sementara Gustavo Lopez dari skuat Arema FC. Ruddy Widodo menghubungi agen Balsa Bozovic untuk segera ke Samarinda. Hal tersebut untuk menjajal kemampuan sang pemain didepan tim pelatih.

  • Pemkot Batu Bentuk Pengawas Khusus, Siapkan Sanksi untuk Warga yang Buang Sampah Sembarangan

    Pemkot Batu bakal mencanangkan cara yang lebih efektif dan optimal agar Kota Batu bebas dari sampah.

  • Arema FC Istirahatkan Sementara Gustavo Lopez

    Pemain asing yang menjalani trial di Arema FC, Gustavo Fabian Lopez harus meninggalkan Samarinda lebih awal karena manajemen menginstruksikan kepada sang pemain agar terpisah terlebih dahulu dari tim.

  • Target Tuntas 2019, Separo dari Jumlah Nelayan di Kabupaten Malang Belum Tercover Asuransi

    Keinginan Pemkab Malang memberikan asuransi kepada para nelayan tampaknya belum banyak mendapat respons positif para nelayan setempat.

  • Baru Masuk Pertandingan Perdana, Pelatih Arema FC Khawatirkan Hal ini

    Setelah kalah melawan PSIS Semarang pada laga perdana Piala Gubernur Kaltim 2018, Pelatih Arema FC Joko Susilo tetap mengkhawatirkan skuatnya untuk menjalani pertandingan berikutnya. Pasalnya, di lini pertahanan Arema FC terlihat begitu rapuh.

  • Positif, Dua Warga Kota Batu Diserang Difteri

    Hingga akhir bulan ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menemukan 4 kasus warga terjangkit difteri di Kota Batu. Dari total yang terjangki, dua di antaranya dinyatakan positif terserang difteri berasal dari Kecamatan Batu dan Junrejo. Dan 2 lainnya susp

  • Masalah Kredit Perbankan Masih Dominasi Pengaduan Keuangan pada OJK Malang

    Masalah kredit perbankan masih menjadi masalah yang banyak diajukan masyarakat pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang. Bahkan pada awal 2018 ini, setidaknya ada 10 aduan masuk yang terkait agunan kredit maupun kartu kredit dan klaim yang tidak sesuai.

  • Paslon Menawan Ingin Tuntaskan Masalah Banjir

    Kota Malang dalam beberapa hari ini memang memliki curah hujan yang intensitasnya cukup tinggi. Hal tersebut membuat sebagian daerah terkena dampak banjir, namun faktor penyebab meluapnya air ke permukaan ini salah satunya adalah saluran air atau gorong-g

  • Pemkot Malang Terus Geber Program Sertifikasi Kelayakan Gedung

    Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sertifikat laik fungsi (SLF) pada setiap bangunan. Terlebih adanya SLF bertujuan supaya st

  • Hanya Tiga Kampung Biru di Dunia, Salah Satunya Ada di Malang

    Sebut saja permukiman padat penduduk yang setiap bagiannya di cat dengan menggunakan warna biru. Nah, rupanya di dunia ada beberapa kampung semacam ini. Bahkan di Indonesia juga ada dan menjadi ikon baru di Kota tempat kampung tersebut dibuat. Nah, ini di

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top