Berseluncur di Malang Snow Paradise, Umi Farida: Sensasinya seperti di Swiss

Anak-anak tengah bermain di padang salju Malang Snow Paradise. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Anak-anak tengah bermain di padang salju Malang Snow Paradise. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Makin banyak pilihan lokasi bermain bagi warga Kota Malang dan sekitarnya. Termasuk untuk wisatawan yang ingin melewatkan libut Natal dan Tahun Baru di kota wisata ini. Sebab, siang ini (7/12/2017) resmi dibuka wahana Malang Snow Paradise di area Hawai Water Park. 

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Dewi Farida Suryani atau yang sering disapa Umi Farida menjadi orang pertama menjajal seluncuran es di wahana tersebut. Meski mengenakan kain dan kebaya, Umi Farida tidak canggung bermain-main salju. 

Setelah berfoto bersama, Umi Farida naik ke menara buatan. Dari ketinggian sekitar lima meter, istri Wali Kota Malang Moch. Anton itu duduk di ban yang sudah disiapkan. Ban itu lalu diluncurkan ke padang salju yang memenuhi bagian depan istana buatan. Dia sempat berteriak saat ban meluncur cepat. "Wah, seperti seluncuran di Swiss," ucapnya yang disambut tepuk tangan hadirin. 

Tak berselang lama, Wali Kota Malang Moch. Anton bersama jajaran Forkopimda Malang juga menjajal berseluncur. Anton juga sempat bermain salju buatan dari es halus itu. "Dingin ternyata. Harus bawa baju hangat lho ibu-ibu buat anaknya," ujar Anton. 

Dalam sambutannya, Anton mengungkapkan bahwa bertambahnya wahana permainan di Kota Malang dapat meningkatkan minat kunjungan wisata. "Masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh lagi untuk main es. Tidak perlu di luar negeri," terangnya. 

"Kalau banyak yang datang, juga termasuk membantu pemerintah. Karena pajaknya masuk daerah, dan dikembalikan pada fasilitas masyarakat," terangnya. Menurutnya, kehadiran wahana tersebut patut diicungi jempol. Sebab penyedia berani menggunakan es yang diproses menjadi halus seperti salju. "Di daerah lain mungkin ada wahana semacam ini, tapi yang dipakai bukan es beneran, tapi di sini benar-benar pakai es," ujar Anton. 

Sementara itu, Komisaris Utama Hawai Waterpark Iwan Kurniawan mengungkapkan bahwa wahana Malang Snow Paradise ini merupakan rintisan. "Ini masih awal saja, padang salju dan area seluncur es. Nanti tahun depan dilengkapi dengan ice skating dan area pahat es," ujar Iwan. 

Menurut dia, adanya wahana tersebut membuat wisatawan memiliki pilihan menghabiskan liburan di dalam negeri. "Ini memang untuk anak-anak. Nggak perlu ke Jepang, Eropa. Main salju di sini saja," ungkapnya.

Iwan sendiri mengklaim bahwa wahana tersebut dibuat dengan standar internasional. Mendatangkan mesin es dari Australia, Iwan menjelaskan bahwa salju buatan yang digunakan aman untuk anak-annak. Sebab, mesin tersebut tidak menggunakan zat nitrogen yang umumnya dipakai untuk membuat salju.

Setiap harinya, dibutuhkan bahan baku es sebanyak 30 ton yang bertahan dalam durasi sekitar enam jam. "Untuk luas gedung yang dipakai ini ada 3.200 meter persegi. Sementara ini yang digunakan untuk padang salju ada 300 meter persegi," terangnya. 

Iwan mengaku mendapat inspirasi wahana salju tersebut dari Thailand. "Saat ini lagi booming di Thailand. Di sana tidak ada musim salju tapi ada wahana seperti ini dan sangat digemari anak-anak," kata dia. 

Untuk diketahui, selain bermain di padang salju, pengunjung juga bisa memilih berbagai permainan yang disediakan. Misalnya mini games, panahan, flying car, juga berfoto-foto di photobooth yang disediakan. "Tiket masuk ke area permaiannya Rp 20 ribu, untuk sewa sepatu dan alat mainan di padang saljunya Rp 50 ribu," pungkas Iwan. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top