Blanggreng, Bunga Kopi Cantik dari Dampit yang Membuat Jatuh Cinta

Tarian Blanggreng Bunga Kopi Dampit yang memesona ratusan pengunjung di DTPHP Kabupaten Malang, Kamis (07/12). (Nana)
Tarian Blanggreng Bunga Kopi Dampit yang memesona ratusan pengunjung di DTPHP Kabupaten Malang, Kamis (07/12). (Nana)

MALANGTIMES - Ratusan mata pengunjung acara penutupan Hari Krida Pertanian Ke-45 di halaman depan kantor Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang seperti terhipnotis.

Mata mereka tertuju pada bunga kopi yang dalam bahasa Jawa-nya adalah blanggreng. Bunga kopi itu bernuansa putih dan semerbak menguarkan aroma di antara hijau dedaunan dan merahnya biji kopi. 

Blanggreng telah membuat jatuh cinta siapa pun yang melihat dan menghirup aromanya. "Waah kalau blanggrengnya kayak ini, bisa betah kita di Dampit," ucap para pengunjung yang diakhiri dengan tawa lepasnya.

Celetukan para pengunjung yang berjenis kelamin laki-laki ini tentunya tidak salah. Pasalnya, blanggreng yang menghipnotis ini divisualisasikan dalam pertunjukan tari oleh lima perempuan cantik asal Dampit.

Keindahan blanggreng si bunga kopi yang dikreasikan menjadi tarian dalam penutupan Hari Krida Pertanian 2017 ini merupakan sebuah upaya untuk melengkapi destinasi wisata kopi Dampit. "Kopi adalah ikon Dampit. Dari hal inilah kami mencoba untuk melengkapi ikon tersebut dengan tarian yang mengadopsi dari blanggreng. Mudah-mudahan dengan adanya tarian ini akan semakin melengkapi pesona kopi Dampit," kata Eko Sulistyanto, kasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Kecamatan Dampit yang merupakan pembimbing teknis tari Blanggreng, Kamis (07/12).

Tari Blanggreng menceritakan kegiatan remaja putri di perkebunan  yang sedang melakukan petik biji kopi dengan suka ria. Kegembiraan para remaja putri ini sebagai bentuk simbolisasi rasa syukur atas karunia Tuhan yang telah memberikan tanah yang subur dan menghasilkan kopi yang termasyhur di dunia.

Kopi Dampit memang telah terkenal aroma dan cita rasanya hingga ke Eropa. Dengan potensi besar tersebut pula, DTPHP Kabupaten Malang fokus juga memberikan pendampingan sekaligus berbagai bantuan kepada para petani kopi Dampit. Dengan produksi 10,22 ton dari luas tanam 16,27 hektare, kopi Dampit menjadi salah satu primadona di Kabupaten Malang.

Wujud syukur inilah yang ditangkap dan dikreasikan dalam tari Blanggreng yang ditonton oleh ratusan pengunjung serta pejabat teras Kabupaten Malang. Selain menyajikan tarian, display produk kopi Dampit pun digratiskan kepada seluruh pengunjung yang antri untuk mencicipi kopi Dampit sambil mata lekat melihat gerak ceria lima penari cantik Blanggreng. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top