Ada yang Naik dan Turun di Sektor Pertanian Kabupaten Malang, Apa Saja?

Kepala Dinas TPHP Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid menyatakan tahun ini luas tambah tanam padi mengalami penurunan dikarenakan target pemerintah pusat terlalu tinggi dan adanya perbaikan Sungai Molek, Kepanjen, Kamis (07/12) (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid menyatakan tahun ini luas tambah tanam padi mengalami penurunan dikarenakan target pemerintah pusat terlalu tinggi dan adanya perbaikan Sungai Molek, Kepanjen, Kamis (07/12) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penutupan Hari Krida Pertanian ke-45 di tahun 2017 yang berbarengan dengan Hari Pangan Sedunia ke-37, menjadi ruang evaluasi dalam sektor pertanian di Kabupaten Malang.

Berbagai potensi yang tumbuh di Bumi Arema, baik di bidang pertanian, perkebunan, dan hortikultura dievaluasi total dan dibacakan secara langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang.

Ada yang mengalami kenaikan dari target yang telah ditetapkan. Ada juga di beberapa sektor pertanian mengalami penurunan. "Di tahun ini memang terjadi penurunan dan peningkatan produksi pertanian. Hal ini terjadi dikarenakan beberapa hal teknis yang membuat ini terjadi," kata Nasri Abdul Wahid Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Kamis (07/12).

Sektor yang mengalami penurunan adalah luas tambah tanam (LTT) padi. Dimana target yang diminta pemerintah pusat yang cukup tinggi yaitu 90.000 ha di tahun 2017 ini, hanya bisa direalisasikan seluas 71.172 ha. Turun sedikit dengan LTT tahun 2016 seluas 71.332 ha. Penurunan LTT ini menurut Nasri, selain dikarenakan adanya perbaikan saluran induk Sungai Molek, Kepanjen juga target yang ditetapkan memang sangat tinggi.

Bupati Malang Rendra Kresna berdialog dengan kemitraan DTPHP Kabupaten Malang sebelum acara Hari Krida Pertanian 2017 di buka (Nana)

"Kalau adanya pembangunan di Sungai Molek tingkat kehilangannya sekitar 1.500 ha. Tidak terlalu besar sebenarnya, tapi memang target pusat di tahun ini sangat tinggi sekali. Yaitu sekitar 20 ribu ha luas tambah tanam," terang Nasri.

Tapi, lanjut mantan Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malang ini, walau pun adanya penurunan di LTT Padi, secara produksi mengalami peningkatan. Yaitu sekitar 500.138 ton, artinya, untuk beras sudah surplus sebanyak 85 ribu ton.

Hal ini disebabkan adanya berbagai inovasi baru dalam meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Malang yang hasilnya memang sangat memuaskan. Di lahan yang biasanya hanya panen 7 ton/ha, bisa menjadi 10 ton/ha-nya.

Selain LTT padi, produksi perkebunan pisang dan bunga mawar juga mengalami penurunan. Hal ini disebabkan di dua sektor perkebunan di tahun ini memang tidak ada program di kedinasan.

Banyaknya inovasi teknologi dalam dunia pertanian membuat Bupati Malang percaya produksi pertanian di Kabupaten Malang akan terus berjaya (Nana)

Sedang yang mengalami kenaikan produksi adalah sektor hortikultura, baik bawang merah, cabe merah dan besar. Dua sektor inilah di tahun 2017 memberikan surplus produksi cukup besar. Misalnya, bawang merah menyumbangkan surplus sebanyak 36.290 ton, cabe merah 21.628 ton dan cabe besar sebanyak 19.780 ton.

"Sektor horti memang sedang menjadi prioritas pusat. Sehingga di tahun ini benar-benar digenjot. Harapan kita dengan adanya surplus di sektor ini akan menjaga stabilitas harga di pasaran. Kita tahu di tahun kemarin harga cabai sampai 150 ribu per kilogramnya," ujar Nasri.

Di sektor perkebunan dengan produk tebu dan kopinya juga meningkat. Adanya fluktuasi produksi di tahun ini juga membuat Bupati Malang menyatakan, bahwa memang tidak bisa dihindari adanya hal tersebut. Harapannya di tahun 2018 sektor-sektor yang mengalami penurunan bisa kembali ditingkatkan.

"Karena Kabupaten Malang diharapkan oleh pusat maupun provinsi memberikan sumbangsih besar dalam sektor pertanian ini. Karena itu mari kita terus bekerja dalam menggapai berbagai target dan harapan besar tersebut," ujar Rendra yang kembali mengucapkan terimakasih kepada seluruh petani yang terus menekuni profesinya dan tidak tergiur pindah pekerjaan lain.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top