Jika Tak Ingin 'Wajar Tanpa Pengecualian' Lepas dari Tangan, Dinas di Kabupaten Malang Harus Perbaiki Ini

Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintahan (SPIP) di El Hotel Malang pada Kamis (7/12/2017) (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintahan (SPIP) di El Hotel Malang pada Kamis (7/12/2017) (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Selama tiga tahun berturut-turut laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasil audit BPK itu dilakukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Malang tahun 2014, 2015, dan 2016. Meski begitu Inspektorat Kabupaten Malang berharap agar pemkab terus melakukan perbaikan. 

Inspektur Kabupaten Malang Tridiyah Maistuti mengungkapkan pihaknya masih menemui penempatan rekening yang belum ditempatkan sesuai kebijakan akuntansi. Ada beberapa dinas di Kabupaten Malang, kata Tri, masih belum memahami hal ini meski pihaknya sudah melakukan review atau peninjauan kembali. 

"WTP artinya laporan keuangan pemkab transparan dan akuntabel karena didukung dari sisi kebijakan dan sistem akuntasi yang baik. Kalaupun ada kesalahan tidak lebih dari tiga persen. Nah, salah satu yang sebaiknya diperbaiki adalah rekening yang kami temui masih ada yang belum pada tempatnya," ungkapnya saat ditemui MalangTIMES di sela-sela Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintahan (SPIP) di El Hotel Jalan Bukit Palem Raya No 1&3 Green Hills Residence Karangploso Kabupaten Malang, pada Kamis (7/12/2017).

Disinggung lebih lanjut terkait penempatan rekening yang masih belum sesuai kebijakan akuntansi, Tri menjelaskan melalui sebuah ilustrasi. "Misalnya dinas beli handphone, itu kan masuk alat kantor. Nah kalau ditempatkan pada alat tulis kan kurang tepat. Begitu juga dengan penempatan rekening," terang dia. 

Lebih lanjut ditanya dinas mana saja yang masih melakukan kesalahan penempatan rekening, wanita berhijab ini menolak memberikan komentar. Meski berkali-kali didesak, Tri hanya menjawab singkat. "Enggak enak kalau saya bilang di sini. Pokoknya ada," katanya. 

Inspektur Kabupaten Malang Tridiyah Maistuti (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

Tri lantas menjelaskan guna mengatasi kendala yang dihadapi dalam penyusunan laporan keuangan itu, Inspektorat Kabupaten Malang melakukan berbagai langkah. Salah satunya dengan memberikan Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintahan (SPIP). 

"Sebelum BPK melakukan audit terhadap laporan keuangan pasti yang dicek adalah SPIP nya dulu. Sudah benar belum. Nah sebenarnya laporan keuangan itu bagian kecil saja dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Kalau lima unsur SPIP Pemkab Malang sudah terpenuhi ya secara otomatis semua berjalan dengan baik," terang dia. 

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) bertujuan untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. 

Tri menekankan ada lima aspek dalam SPIP yang harus terpenuhi yakni lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pemantauan pengendalian intern. Dari kelima aspek ini Tri menerangkan bahwa dalam hal penilaian resiko butuh komitmen kuat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Malang.

"Sosialisasi untuk hari ini (Kamis, red) adalah tentang penilaian resiko karena kami ingin bangun komitmen kuat dari dinas-dinas di Kabupaten Malang ini. Karena nanti penilaian resiko ini kita punya perancang yang kuat yang mampu melihat sebuah program termasuk penganggaran itu jauh ke depan dengan pertimbangan resiko-resikonya," tukas dia. 

Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintahan (SPIP) di El Hotel Jalan Bukit Palem Raya No 1&3 Green Hills Residence Karangploso Kabupaten Malang, pada Kamis (7/12/2017) diikuti oleh sekitar 147 orang yang terdiri dari 33 sekretaris kecamatan dan sisanya adalah kepala sub bagian (kasubag) umum dan kasubag anggaran di masing-masing dinas Pemkab Malang. (*)

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga .
  • Arema Buru Kemenangan, Borneo Waspadai Pemain Muda

    Sangat mepet masa recovery kontestan Piala Gubernur Kaltim 2018, termasuk Arema FC. Baru kalah adu penalti melawan PSIS Semarang Jumat (23/2), Arema kembali menghadapi laga kedua menghadapi Borneo FC petang nanti. Jadwal yang sangat singkat itu membuat pe

  • Arema Lawan Borneo, Balsa Bozovic In Action

    Momen untuk melihat penampilan Balsa Bozovic telah tiba. Laga kedua Piala Gubernur Kaltim 2018 melawan Borneo FC di Stadion Palaran, Samarinda, petang nanti bakal menjadi ajang perdana bagi playmaker asal Montenegro itu untuk unjuk kebolehan di Arema FC.

  • Balsa Bozovic On The Way Gabung Arema FC di Samarinda

    Setelah memisahkan sementara Gustavo Lopez dari skuat Arema FC. Ruddy Widodo menghubungi agen Balsa Bozovic untuk segera ke Samarinda. Hal tersebut untuk menjajal kemampuan sang pemain didepan tim pelatih.

  • Pemkot Batu Bentuk Pengawas Khusus, Siapkan Sanksi untuk Warga yang Buang Sampah Sembarangan

    Pemkot Batu bakal mencanangkan cara yang lebih efektif dan optimal agar Kota Batu bebas dari sampah.

  • Arema FC Istirahatkan Sementara Gustavo Lopez

    Pemain asing yang menjalani trial di Arema FC, Gustavo Fabian Lopez harus meninggalkan Samarinda lebih awal karena manajemen menginstruksikan kepada sang pemain agar terpisah terlebih dahulu dari tim.

  • Target Tuntas 2019, Separo dari Jumlah Nelayan di Kabupaten Malang Belum Tercover Asuransi

    Keinginan Pemkab Malang memberikan asuransi kepada para nelayan tampaknya belum banyak mendapat respons positif para nelayan setempat.

  • Baru Masuk Pertandingan Perdana, Pelatih Arema FC Khawatirkan Hal ini

    Setelah kalah melawan PSIS Semarang pada laga perdana Piala Gubernur Kaltim 2018, Pelatih Arema FC Joko Susilo tetap mengkhawatirkan skuatnya untuk menjalani pertandingan berikutnya. Pasalnya, di lini pertahanan Arema FC terlihat begitu rapuh.

  • Positif, Dua Warga Kota Batu Diserang Difteri

    Hingga akhir bulan ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menemukan 4 kasus warga terjangkit difteri di Kota Batu. Dari total yang terjangki, dua di antaranya dinyatakan positif terserang difteri berasal dari Kecamatan Batu dan Junrejo. Dan 2 lainnya susp

  • Masalah Kredit Perbankan Masih Dominasi Pengaduan Keuangan pada OJK Malang

    Masalah kredit perbankan masih menjadi masalah yang banyak diajukan masyarakat pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang. Bahkan pada awal 2018 ini, setidaknya ada 10 aduan masuk yang terkait agunan kredit maupun kartu kredit dan klaim yang tidak sesuai.

  • Paslon Menawan Ingin Tuntaskan Masalah Banjir

    Kota Malang dalam beberapa hari ini memang memliki curah hujan yang intensitasnya cukup tinggi. Hal tersebut membuat sebagian daerah terkena dampak banjir, namun faktor penyebab meluapnya air ke permukaan ini salah satunya adalah saluran air atau gorong-g

  • Pemkot Malang Terus Geber Program Sertifikasi Kelayakan Gedung

    Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sertifikat laik fungsi (SLF) pada setiap bangunan. Terlebih adanya SLF bertujuan supaya st

  • Hanya Tiga Kampung Biru di Dunia, Salah Satunya Ada di Malang

    Sebut saja permukiman padat penduduk yang setiap bagiannya di cat dengan menggunakan warna biru. Nah, rupanya di dunia ada beberapa kampung semacam ini. Bahkan di Indonesia juga ada dan menjadi ikon baru di Kota tempat kampung tersebut dibuat. Nah, ini di

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top