Revolusi dalam Tubuh Dinas Penanaman Modal Kabupaten Malang (13)

Genjot Investasi di Kabupaten Malang, Ini 5 Agenda Reformasi yang Akan Ditempuh

Eddy Priyanto, Kabid Promosi DPMPST Kabupaten Malang mewakili Kadis menyampaikan lima strategi dalam reformasi investasi di Kabupaten Malang (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Eddy Priyanto, Kabid Promosi DPMPST Kabupaten Malang mewakili Kadis menyampaikan lima strategi dalam reformasi investasi di Kabupaten Malang (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES – Revolusi di tubuh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu (DPM PST)  Kabupaten Malang terus dijalankan. Berbagai strategi untuk mempermudah pelayanan perizinan dan investasi di berbagai sektor unggulan terus diupayakan oleh dinas di bawah pimpinan Mursyidah ini. 

Harapannya jelas, bahwa DPM PST bisa benar-benar menjadi beranda Kabupaten Malang dalam ikut serta membangun masyarakat di sektor perizinan, khususnya investasi.

Dengan potensi yang sangat luar biasa, Kabupaten Malang terus bergerak menjadi wilayah pilihan investor di berbagai bidang. Hal ini tentunya membutuhkan reformasi internal di berbagai sisi pelayanan yang muaranya pada kemudahan, kecepatan dan profesionalitas seluruh karyawan DPM PST Kabupaten Malang.

Tanpa adanya perubahan radikal, maka seluruh potensi layak investasi ini akan tetap terbengkalai dan tidak bisa mendorong tumbuhnya perputaran ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Malang.

Untuk mewujudkan hal tersebut, DPM PST Kabupaten Malang telah merumuskan lima strategi dalam paradigma penanaman modal yang akan menjadi daya tarik investasi. Lima strategi ini, menurut Mursyidah, Kepala DPM PST Kabupaten Malang melalui Bidang Promosi Penanaman Modal meliputi deregulasi investasi, penguatan kelembagaan, penyederhanaan kemudahan perizinan, perbaikan pelayanan perizinan dan promosi serta kerjasama investasi.

"Kelima strategi ini yang akan kita jalankan di tahun 2018. Dengan strategi tersebut kita berharap adanya peningkatan investasi di Kabupaten Malang,“ kata Eddy Priyanto, Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal DPM PST Kabupaten Malang, Kamis (07/12).

Lima strategi ini memang akan menjadi senjata bagi adanya berbagai kemudahan untuk masyarakat maupun investor yang akan masuk dan menanamkan modalnya di berbagai sektor yang ada. Terutama di bidang agro-industri dan pariwisata yang memang sangat potensial dan memiliki return investment yang menarik.

Strategi pertama, deregulasi investasi, menurut Eddy terdiri dari empat langkah strategis dalam memangkas aturan maupun kebijakan dalam investasi yang membuat investor malas untuk masuk ke Kabupaten Malang. Baik karena faktor ruwetnya perizinan, nihilnya informasi potensi investasi maupun ketidakadaan insentif bagi investor.

"Melalui deregulasi investasi ini kita berharap banyak kondisi tersebut sudah tidak ada lagi," ujar Eddy yang menjelaskan empat langkah dalam strategi ini adalah penyusunan regulasi, role model skematik insentif dan kemudahan, penyusunan Peraturan Bupati tentang Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) dan roadmap implementasinya serta penyusunan Perbup pemberian intensif penanaman modal.

Di kesempatan yang sama, Mursyidah Kepala DPM PST Kabupaten Malang, mencontohkan secara lugas deregulasi investasi dalam proses perizinan. "Misalnya, yang biasanya untuk mengurus beberapa izin harus satu persatu, dengan strategi ini cukup satu kali saja. Jadi ada penggabungan perizinan sesuai sektor yang diajukan. Ini akan memangkas waktu bagi investor yang memang membutuhkan kemudahan dan kecepatan pelayanan," ujar Mursyidah kepada MalangTIMES.

Strategi kedua mengenai penguatan kelembagaan yang sedang terus dilakukan oleh DPM PST Kabupaten Malang meliputi pembentukan Satgas, tata kelola kelembagaan, penataan organ kelembagaan dan SDM serta penataan sarana prasarana layanan perizinan. Di strategi ini sebagian telah dilaksanakan di akhir tahun 2017 ini. Walaupun masih ada beberapa kendala dalam persoalan penataan sarpras pelayanan dikarenakan minimnya anggaran yang diterima.

"Untuk sarpras ini memang kendalanya di anggaran, tapi kita yakin bisa lakukan secara bertahap,” ujar Mursyidah.

Di strategi ketiga dan keempat yaitu penyederhanaan dan perbaikan layanan perizinan pun terus dikuatkan. Eddy mengatakan, melalui berbagai promosi, baik secara langsung dalam berbagai acara temu usaha investasi maupun melalui media sosial dan online, dua strategi ini terus dijalankan.

"Misal penyediaan data dan informasi peluang penanaman modal bagi masyarakat. Kita sudah melakukannya walaupun mungkin belum maksimal. Di tahun 2018 kita akan genjot soal ini secara masif," ujarnya. 

Sedangkan untuk stretagi terakhir adalah promosi dan kerjasama investasi. DPM PST Kabupaten Malang telah memetakan dan merencanakan berbagai promosi di tahun 2018 yang tidak lagi konvensional seperti tahun-tahun lalu.

Berbagai promosi dan kerjasama investasi melalui agenda Ease of Doing Bussines (EODB) misalnya akan dibuat semenarik mungkin dan kekinian. “Waktunya promosi investasi juga mengikuti arah zaman. Maka di tahap ini kita sedang menyusun hal unik, asyik dan tentu ujungnya investor bisa masuk ke sini,” terang Eddy.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top