Asal-usul Kabupaten Malang Bisa Dipotret dari 5 Candi Ini

Sejumlah candi di Kabupaten Malang yang mampu menguak asal-usul Kabupaten Malang (Foto : Google Image)
Sejumlah candi di Kabupaten Malang yang mampu menguak asal-usul Kabupaten Malang (Foto : Google Image)

Wilayah Kabupaten Malang sangat strategis karena dikelilingi pegunungan, patai dan keindahan alam. Selain potensi itu, wilayah yang memiliki 33 kecamatan ini menyimpan tempat-tempat bersejarah seperti candi peninggalan kerajaan di Kabupaten Malang.

Nah, ada 5 candi yang  bisa dimanfaatkan untuk memotret sejarah kerajaan di Kabupaten Malang.

Candi Kidal (http://sejarahbudayanusantara.weebly.com)

Pertama, Candi Kidal. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singosari. Salah satu candi Hindu yang ada di Jawa Timur tersebut konon merupakan tempat persemayaman Raja Anusapati. Candi Kidal terletak di Desa Kidalrejo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.


Candi Singosari (malangkab.go.id)

Berikutnya, Candi Singosari. Candi Hindu ini menurut sejarah bekas peninggalan Dinasti Singosari. Candi ini terletak di Desa Candi Renggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Konon candi ini salah satu candi tertinggi di zamannya. Oleh sebab itu, Candi Singosari kerap disebut Candi Cungkup karena bentuknya yang menjulang tinggi. Selain itu, Candi Singosari memiliki keunikan lain yakni bentuknya yang seolah terdiri dari dua tingkat.


Candi Jago (http://www.eastjava.com)

Selanjutnya, Candi Jago di Desa Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Namanya diambil dari kata Jajaghu yang berarti keagungan. Istilah ini biasa digunakan masyarakat zaman itu  untuk menunjuk tempat yang suci.

Candi ini dijuluki juga dengan nama Candi Tumpang. Namun dalam kitab Negarakertagama dan Pararaton, nama candi ini disebut dengan nama Jajaghu.

Dalam pupuh 41 gatra ke-4 Negarakertagama dijelaskan  Raja Wisnuwardhana yang memerintah Singasari menganut Agama Syiwa Buddha, yaitu  aliran keagamaan yang merupakan perpaduan antara ajaran Hindu dan Budha. 

Aliran tersebut berkembang selama masa pemerintahan Kerajaan Singasari, sebuah kerajaan yang letaknya sekitar 20 km dari Candi Jago. 


Candi Sumberawan (wikimedia.org)

Lalu, Candi Sumberawan yang terletak di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Candi tersebut tidak memiliki tangga dan relief, hanya berupa stupa utuh yang menjulang ke atas. 

Makna dari bentuknya yang sedemikian rupa yaitu pencapaian menuju nirwana. Dalam prasasti Negarakertagama disebutkan bahwa Candi Sumberawan diidentifikasikan sebagai Kasurangganan atau Taman Surga Nimfa dan telah dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk dari Majapahit pada tahun 1359. 

Candi Sumberawan pertama kali ditemukan pada tahun 1904. Pada tahun 1937 dilakukan pemugaran oleh pemerintahan Hindia Belanda pada bagian kaki candi. Ini merupakan satu-satunya candi yang berbentuk stupa di Jawa Timur.

Candi Sumberawan tidak memiliki tangga naik ruangan yang biasanya digunakan untuk menyimpan benda suci. Jadi, hanya bentuk luarnya saja yang berupa stupa, tetapi fungsinya tidak seperti lazimnya stupa yang sesungguhnya. Diperkirakan candi ini dahulu memang didirikan untuk tujuan pemujaan.

Candi Jawar Ombo (http://www.photomalang.com)

Terakhir,  Candi Jawar Ombo terletak di Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Candi ini unik karena terdapat empat umpak (tiang penyangga, red) batu yang memiliki lubang di bagian tengah pada lantai candi.

Bentuk kaki candi tersebut berupa pelipit setengah lingkaran dan segi empat. Keempat sisi batu dihiasi relief-relief yang menggambarkan teratai dan tapak dara.

Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top