Generasi Kekinian, Ini Lhoo Tiga Prioritas Sektor Ekonomi Kreatif Kota Malang

Kasubid Ekonomi dan Keuangan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Wilstar Sinaga. (Foto: Barenlitbang Kota Malang for MalangTIMES)
Kasubid Ekonomi dan Keuangan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Wilstar Sinaga. (Foto: Barenlitbang Kota Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ekonomi kreatif nantinya akan menjadi pilar perekonomian Indonesia di masa yang akan datang. Nah, ini peluang buat kamu, generasi kekinian. Kalau masih bingung ingin berkarya di bidang apa, simak bocoran sektor ekonomi kreatif yang jadi prioritas Kota Malang berikut ini. 

1. Game dan Aplikasi 

Banyaknya perguruan tinggi menjadi salah satu modal buat pengembangan keilmuan soal game dan aplikasi. Bahkan berbagai aplikasi karya Arek Malang sudah mendunia. Beberapa di antaranya, Quranesia, aplikasi religi karya Didat Triadi yang telah diunduh sekitar 70.000 pengguna gadget di 72 negara.

Juga layanan ojek online karya mahasiswa Malang seperti Ojek Baper dan aplikasi AYOjek. Sakdino (Sistem Pelayanan Administrasi Pendudukan Dinoyo) yang merupakan layanan administrasi kependudukan berbasis android hasil karya arek Dinoyo Kota Malang. Bahkan, jejaring media sosial bernama Pang! yang merupakan aplikasi buatan arek asli Malang.

2. Kuliner 

Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Malang makin jadi jujukan kuliner wisatawan. Mulai dari resto, kafe, kuliner, hingga jajanan menjamur. Tak sedikit yang digagas anak muda. Pengunjung pun tinggal memilih sesuai selera, mulai kuliner yang terinspirasi cita rasa daerah, hingga berbagai varian kuliner pedas yang nampol. 

3. Film, Video dan Animasi 

Karya-karya film pendek dan animasi karya arek Malang sudah dapat pengakuan nasional hingga internasional. Sebut saja beberapa film pendek karya sineas lokal Malang seperti Jumprit Singit, Tinuk, Ko(p)ler, dan Kibaran Satu Jiwa. Film Tinuk sendiri merupakan karya sutradara Aprilingga Rahmat Dani yang baru memenangkan Lomba Film Pendek Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Juga ada film Darah Biru Arema, Darah Biru Arema 2, Roh Garuda, dan lain-lain.

Ilustrator-ilustrator dari Malang pun juga dapat pengakuan internasional, misalnya karya-karya Admiranto Wijayadi yang mampu menembus rumah produksi kelas atas di Amerika macam DC Comic dan Marvel. Atau Wahyu Aditya, pendiri sekolah animasi bernama Hello;Motion Academy yang telah menyabet berbagai kejuaraan. 

Kasubid Ekonomi dan Keuangan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Wilstar Sinaga mengungkapkan, Tim Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Malang telah mengidentifikasi Sub Sektor Prioritas yang ada di Kota Malang.

"Hasil identifikasi yang dilakukan, terdapat tiga sub sektor yang menjadi prioritas di Kota Malang yaitu Game dan Aplikasi, Kuliner, serta Film, Video dan Animasi," ujar Willy, sapaan akrabnya. 

Dia menjabarkan, Komite Ekonomi Kreatif menekankan perlunya melakukan lompatan dari perekonomian yang sebelumnya mengandalkan sumber daya alam, mengandalkan pertanian, mengandalkan industri, mengandalkan teknologi informasi, menjadi perekonomian yang digerakkan oleh industri kreatif.

"Yang menjadi prioritas ini, nantinya akan dibina, diberi wadah, dan juga diberi ruang untuk berkembang," jelasnya. 

"Meski demikian, bukan berarti subsektor lain tidak dikembangkan," tambahnya. Selain tiga subsektor itu, ada 13 subsektor ekonomi kreatif lain. Di antaranya arsitektur dan desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, fotografi, kriya (kerajinan tangan), musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.

"Semangat yang didengungkan oleh Pemerintah Kota Malang, bahwa potensi ekonomi kreatif harus dikembangkan," pungkasnya. 

Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top