UB Santuni Keluarga Satpam yang Tewas Dianiaya Temannya di Room Karaoke

Kabag Humas Universitas Brawijaya (UB) Kotok Guritno (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kabag Humas Universitas Brawijaya (UB) Kotok Guritno (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES- Pimpinan Universitas Brawijaya (UB) menunjukkan kebijaksanaannya terhadap satpam di kampusnya yang tewas dianiaya temannya di room karaoke Studio One. Meskipun statusnya hanya sebatas karyawan outsourcing namun UB tetap memberi santunan kepada korban. 

Kabag Humas UB Kotok Guritno mengatakan santunan diberikan karena korban seorang pekerja di UB sehingga berhak terhadap fasilitas yang selayaknya. 

Santunan tersebut, menurut Kotok Guritno akan disesuaikan dengan masa kerja dan ketentuan yang berlaku di internal kampus.  

"Untuk kejelasannya, saya sudah koordinasikan ke kepala biro kepegawaian. Nanti santunan akan diberikan kepada pihak keluarga korban," paparnya.

Namun demikian, ia tidak merinci bentuk santunan yang akan diberikan kepada korban. Berbentuk uang atau barang. 

"Untuk kasusnya sendiri karena memang terjadi di luar jam kerja kampus maka bukan kewenangan kami. Semuanya kami serahkan ke pihak berwajib agar memprosesnya sesuai prosedur hukum yang berlaku," ungkap Kabag Humas yang mengaku belum lama menjabat ini.

Sementara itu, Rektor UB Prof Dr Bisri mengungkapkan pihaknya akan memproses oknum pegawai tersebut sesuai aturan kepegawaian dan pelanggaran yang dilakukan hingga menyebabkan satu nyawa hilang. 

"Secara kepegawaian kasus ini akan diurus oleh FEB karena kepegawaiannya berada di bawah Dekan FEB. Untuk proses pidananya diposes menurut prosedur hukum," jelasnya. 

Seperti yang diberitakan MalangTIMES sebelumnya, salah satu oknum pegawai di FEB menghajar rekannya yang juga bekerja di UB sebagai Satpam saat karaoke bersama di Studio One.

Sebelum berangkat karaoke, baik korban maupun pelaku kabarnya menenggak miras di basement UB sehingga mereka datang ke tempat karaoke dalam keadaan mabuk. 

Di room karaoke nomor sembilan, keduanya kembali melanjutkan pesta miras. Namun tak berselang lama, korban yang telah mabuk berat, kemudian berulah dengan melompat-lompat dan berteriak.

Ternyata hal tersebut membuat pelaku terganggu sehingga membawa korban keluar dan pindah ke room tujuh. 

Di dalam room tujuh, pelaku emosi karena korban sempat mengigit lengannya. Akhirnya pelaku menghimpit leher korban sambil memukuli korban sampai lemas dan tak sadarkan diri. 

Peristiwa ini diketahuimanajemen Studio One yang langsung melerai. Pelaku sempat kabur. Sementara, korban dijemput temannya lalu diantar ke Rumah Sakit UB. Namun nahas 20 menit sebelum sampai rumah sakit, korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top