25% Produksi Padi Meningkat, Saatnya Petani Familiar dengan Produk Ini

Kiri. Kepala Dinas TPHP Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid saat panen padi di Dampit bersama pihak Novelgro, Agus Budi Harja. Pemakaian produk Terra dan Silika di lahan padi ternyata mampu meningkatkan panen sekitar 25% dari biasanya, Rabu (6/12/2017) (Na
Kiri. Kepala Dinas TPHP Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid saat panen padi di Dampit bersama pihak Novelgro, Agus Budi Harja. Pemakaian produk Terra dan Silika di lahan padi ternyata mampu meningkatkan panen sekitar 25% dari biasanya, Rabu (6/12/2017) (Na

MALANGTIMES – Selama beberapa tahun, dunia pertanian di Kabupaten Malang, khususnya pertanian padi secara produktivitas selalu tidak beranjak dari hasil yang relatif sama setiap tahunnya.

Dari satu hektar (ha) lahan padi hanya bisa menghasilkan sekitar 70 ton setiap kali panen. Ini pun bisa terjadi dikarenakan tidak adanya gangguan hama maupun cuaca ekstrem yang melahirkan bencana alam.

Kini, dengan adanya berbagai terobosan baru, petani bisa meningkatkan produktivitas padinya. Bahkan peningkatan ini bisa mencapai 25 persen dari biasanya. Plus dengan terjaganya tanah yang dijadikan lahan bercocok tanam yang selama ini semakin tergerus. Baik tingkat kesuburan dan unsur hara di dalamnya yang setiap tahun berkurang karena berbagai faktor. Seperti pengaruh erosi, pengeolahan tanah yang berlebihan dan pupuk kimia terus menerus.

“Tingkat kesuburan tanah setiap tahun memang terus berkurang. Ini tentunya berefek secara langsung dengan hasil produksi pertanian petani. Tapi, dengan adanya terobosan baru hasil kerjasama kita dengan salah satu pihak industry swasta (Novelgro, red) yang bekerjasama dengan IPB (Institut Pertanian Bogor, red) persoalan ini bisa dijawab secara memuaskan,” kata Nasri Abdul Wahid Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Rabu (06/12)  setelah melihat langsung panen padi di Dampit.

Terobosan baru dalam dunia pertanian hasil kerjasama tersebut berbentuk perlindungan tanaman non pestisida dengan tiga varian produk di bawah Novelgro. Yaitu Terra, Silika dan alpha yang kini telah diuji coba di beberapa wilayah di Kabupaten Malang. Misalnya, di lahan pertanian Dampit, Pakisaji, Kepanjen dan Kromengan.

Panen padi di Dampit yang menghasilkan 10 ton/ha dari biasanya 7-8 ton/ha dengan adanya zat Terra dan Silika (Nana/MalangTIMES)

Rabu (06/12) siang, khasiat dari produk pertanian tersebut telah dibuktikan secara langsung dalam acara panen padi di Dampit.

Dari hasil panen padi yang biasanya hanya menghasilkan 7-8 ton/ha nya, setelah memakai Terra dan Silika yag merupakan zat-zat tumbuh tanaman dan saripati kompos penyubur tanah non-pestisida, bisa menghasilkan 10 ton/ha.

“Ini tentunya lompatan bagus dalam dunia pertanian kita. Sekitar 2-3 ton per ha peningkatan produktivitasnya. Petani bisa menghasilkan keuntungan sekitar 11 juta rupiah dalam satu ha lahannya dengan memakai produk ini,” ujar Nasri yang langsung ke lapangan saat panen padi tersebut.

Di kesempatan berbeda, Agus Budi Harja dari pihak Novelgro mengatakan, bahwa produknya yang dipakai oleh para petani merupakan temuan dari dosen-dosen IPB. Pihaknya yang memproduksi secara massal dalam koridor untuk membantu peningkatan produktivitas petani padi di Indonesia.

“Sampai saat ini kita masih terus melakukan kerjasama dengan pihak pemerintahan daerah dalam memasarkan produk ini. Kabupaten Malang sudah MoU dengan kami, sekitar lima bulan lalu. Hasil dari produk kami juga sudah menjawab kebutuhan petani dalam peningkatan pendapatan. Sekaligus juga menjawab program kedaulatan pangan dari Pemerintah Pusat,” ujar Agus saat ditemui MalangTIMES di kantor Dinas TPHP Kabupaten Malang.

Beberapa produk yang telah membuat panen padi meningkat 25 persen ini, adalah Terra yang merupakan zat peremaja tanah. Fungsi Terra yang bahan dasarnya adalah saripati kompos penyubur tanah, mampu meningkatkan kesehatan tanah yang telah terkontaminasi dan rusak.

Proses pemulihan tanah memakai Terra ini adalah dengan meningkatkan kadar elektrolit tanah dan karbon organic tanah dalam bentuk Asam HUmat dan Asam Fulvat.

“Dua jenis asam organic ini merupakan konsentrat dari humus. Fungsinya adalah melepaskan hara dan merangsang pertumbuhan mikroba beruna dalam tanah,” terang Agus.

Selain Terra, petani Kabupaten Malang juga mencoba produk lain bernama Silika yang berasal dari pasir pilihan yang dipanaskan sekitar 1.800 derajat. Fungsi Silika ini sebagai perlindungan tanaman non pestisida.

Tanaman yang memakai Silika akan dihindari oleh hama dan penyakit, kekeringan, salinitas, alkalinitas dan cuaca ekstrim. Serta defisiensi dan keracunan unsur hara.

“Intinya dengan Silika ini organisme pengganggu tanaman tidak akan berani mengusik tanaman petani. Bahkan burung saja tidak mau mematuk bulir-bulir padi,” ujar Agus yang mengatakan untuk 1 ha hanya memerlukan 25 sachet Terra yang setiap sachetnya berisi 16 ml dan dijual paling mahal seharga 15 ribu rupiah.

Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top