Libatkan Komunitas, Kampung-Kampung Tematik Kota Malang Jadi Primadona

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi dan Prioritas Pengembangan Kawasan Berbasis Komunitas Barenlitbang Kota Malang. (Foto: Facebook Barenlitbang Kota Malang)
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi dan Prioritas Pengembangan Kawasan Berbasis Komunitas Barenlitbang Kota Malang. (Foto: Facebook Barenlitbang Kota Malang)

MALANGTIMES - Kampung-kampung tematik terus bermunculan di Kota Malang. Beberapa di antaranya bahkan telah menjadi jujukan wisatawan nusantara hingga mancanegara. Misalnya Kampung 3G (Glintung Go Green), Kampung Warna-Warni, dan lain-lain. 

Itu semua tidak lepas dari senruhan tangan dingin Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang. Lembaga tersebut bahkan telah membuat project list atau daftar proyek pengembangan kampung-kampung tematik lainnya.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Barenlitbang Kota Malang Anis Januar mengungkapkan, konsep pengembangan kampung tematik sebenarnya didasarkan pada penanganan kawasan berbasis komunitas.

"Semakin berkembangnya kota tentu semakin banyak pekerjaan rumah, salah satunya soal pengentasan kemiskinan, isu lingkungan, budaya. Nah, Barenlitbang memfasilitasi komunitas-komunitas di masyarakat untuk berkontribusi membangun kotanya," ujar Anis. 

Menurutnya, dengan melibatkan komunitas maka akan ada komitmen berkelanjutan baik dari pemerintah dan masyarakat. Masyarakat juga bisa berdaya dengan mengeksplorasi potensi yang ada di sekitarnya.

Anis menyebut, setidaknya ada sekitar 76 konsep yang digodok pada 2016 lalu. Pada 2017 ini, sebanyak 15 kampung telah mendapat alokasi dana perencanaan teknis dan rintisan pembangunan.

"Baik skala perwujudan serta alokasi anggarannya bervariasi," jelasnya. Selain itu, beberapa konsep lainya juga telah disinkronisasikan dengan program pemerintah pusat, provinsi, maupun menggandeng corporate social responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan.

"Praktik inovatif ini telah didengar banyak pihak, baik daerah hingga level nasional. Sehingga banyak pemerintah daerah lain yang berkunjung ke Kota Malang khusus untuk mempelajari konsep ini," tambah Anis. Beberapa kota tersebut di antaranya Kota Bogor, Probolinggo, dan Surakarta. 

Anis menyebut, telah menjadi komitmen Pemkot Malang untuk memberi ruang partisipasi pada publik. Juga menguatkan sinergitas dengan perguruan tinggi, asosiasi, hingga pihak swasta. "Melibatkan sebuah komunitas masyarakat tentu tidak mudah. Tetapi yang patut dicatat, setiap kampung berhak mewujudkan mimpinya," tegasnya. 

Dia menambahkan bahwa, selain melakukan agenda evaluasi pihaknya juga menyiapkan sistem informasi terpadu untuk pengembangan lanjutan dan promosi kampung-kampung tematik. "Kami juga merumuskan prioritas lanjutan serta jejaring kemitraan untuk meningkatkan kapasitas kampung tematik," pungkasnya.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top