Ker! Kalau Ingin Usaha Kreatifmu Terpantau, Yuk Ikut Pemetaan Barenlitbang

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Erik Setyo Santoso (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Erik Setyo Santoso (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang punya gawe keren untuk mewadahi kreativitas anak muda di Kota Pendidikan ini. Lembaga eks Bappeda itu mengajak para pelaku usaha dan industri kreatif di Kota Malang untuk mengikuti program Pemetaan Potensi Ekonomi Kreatif. 

Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso mengungkapkan, Malang sebagai kota kreatif tentu tidak berhenti sebatas wacana. Namun ada langkah-langkah untuk mewujudkannya. "Salah satunya, kami membutuhkan dukungan dari rekan-rekan pelaku usaha kreatif," ujar Erik. 

Dukungan itu tidak rumit. Arek-arek Ngalam yang sudah punya kegiatan kreatif, diajak untuk mengisi formulir di-link website: bit.ly/ekraf-malang. Hasil dari form itu akan masuk dalam bank data Barenlitbang, lalu digunakan untuk penyusunan rencana strategis (renstra) dan pemetaan pelaku industri kreatif Kota Malang tahun 2018.

"Kami bekerja sama dengan Komite Ekonomi Kreatif Kota Malang, mengajak rekan-rekan untuk ikut serta dalam mengisi survey data pelaku industri kreatif," jelas pria yang juga menjabat Plt Kadisperkim Kota Malang itu.

Erik menguraikan, tujuan dari program ini adalah untuk mengetahui potensi industri kreatif yang ada di Kota Malang. Selain itu, memberikan masukan kepada Pemkot Malang dalam menyusun rencana program tahun 2018.

"Pemerintah kan juga ingin membantu agar industri kreatif ini berkembang, baik dalam segi kebijakan, atau bahkan pengembangan dengan berbagai pelatihan dan kerja sama pihak ketiga," ujarnya. 
Form itu, lanjut Erik, digunakan untuk memetakan profil, potensi, masalah, serta usulan yang akan digunakan sebagai bahan acuan dalam penyusunan Roadmap Pengembangan Industri Kreatif Kota Malang.

"Mengisinya cukup mudah, tinggal memasukkan identitas dan juga jenis usaha kreatif yang ditekuni," ujarnya. 
Beberapa kategori yang bisa dipilih yakni sektor kuliner, game dan pengembangan aplikasi, film-animasi-video, desain komunikasi visual, desain produk, desain interior, arsitektur, seni pertunjukan, musik, seni rupa, fashion, penerbitan. Juga usaha TV dan radio, periklanan, kriya, dan fotografi. "Banyak sekali usaha yang sudah eksis, karyanya diakui di luar negeri, tetapi belum terpetakan," terang Erik. 
Selain itu, para pelaku usaha juga dilihat izinnya. Apakah sudah mengantongi izin usaha mikro (IUM), CV, PT, Yayasan, atau belum memiliki izin. "Nah, kalau sudah terpetakan itu kan nanti bisa diarahkan. Misalnya yang belum punya izin, kami bisa merekomendasikan ke dinas terkait untuk pengurusan izin, dan lain-lain," tegasnya.
Mereka juga diminta memberi keterangan apakah bisnis yang dijalankan memiliki keterkaitan dengan daerah lain. Misalnya aspek pemasaran, suplay bahan baku, suplay sumber daya manusia, dan lain-lain. "Ada yang bisa 'dimanfaatkan' untuk mengembangkan usaha-usaha kreatif itu, misalnya fasilitasi dan komunikasi antar pemerintah daerah," jelas Erik. 
"Kami juga menghimpun apa saja yang dibutuhkan. Sehingga bisa diusulkan untuk menjadi program daerah, dan dianggarkan," tambahnya. Misalnya kebutuhan pelaku usaha kreatif untuk program pengembangan industri. Seperti program kemudahan dalam penguatan legalitas perusahaan, program akses terhadap permodalan dan investasi, program pengurusan Haki (Hak Kekayaan Intelektual), program penguatan akses pemasaran digital (e-commerce). 
Selain itu, Pemkot Malang juga bisa menyelenggarakan program penguatan akses pemasaran non-digital seperti sentra pemasaran dan pameran dagang. Juga program akses terhadap kegiatan export dalam bentuk pelatihan pelaksanaan kegiatan export, termasuk program penguatan aspek teknis produksi untuk peningkatan skill. Pelaku usaha juga bisa mengakses program penguatan aspek manajemen bisnis dan pemasaran.

"Kebutuhan lain, seperti regulasi maupun dukungan infrastruktur fisik untuk industri kreatif juga bisa diajukan," jelasnya. 
Erik berharap, nantinya seluruh pelaku usaha bergegas mengisi form tersebut. Sebab batas pengisian formulir itu tersisa empat hari lagi hingga Minggu (10/12/2017) mendatang. "Oiya, teman-teman pelaku usaha juga nggak perlu takut, data yang diinput dijamin kerahasiannya," pungkas Erik. 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top