Aneh, Warga Jakarta Ini Nekat Mencuri karena Ingin Masuk Penjara

Waka Polsek Klojen AKP Tukimen Hadi (kiri) bersama tersangka pencurian (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Waka Polsek Klojen AKP Tukimen Hadi (kiri) bersama tersangka pencurian (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES- Semua orang pastinya tidak pernah mau untuk berurusan dengan hukum bahkan sampai mendekam di balik jeruji besi. Namun tidak untuk warga asli Jakarta ini. 

Pria bernama Agung Prasetyo (31) ini, justru sengaja melakukan tindak pencurian agar bisa masuk penjara. Memang hal tersebut terdengar aneh. Namun ternyata ada yang melatar belakangi Agung mempunyai niatan tersebut.

Pengakuan Agung, ia melakukan hal tersebut karena sedang mengalami permasalahan keluarga dengan sang istri maupun keluarganya yang membuat mentalnya atau psikologisnya merasa tertekan.

"Ya saya memang punya masalah internal sama istri dan keluarga mas, makanya saya melakukan pencurian dengan harapan siapa tau dengan masuk penjara masalah bisa selesai dan istri saya bisa sadar," paparnya pada MalangTIMES di Polsek Klojen, Rabu (6/12/2017).

Ketika ditanya terkait permasalahan sebenarnya dengan keluarga ataupun sang istri, ia mengungkapkan tidak bisa menceritakan lebih jauh lagi. Ia hanya mengatakan, bahwa perbuatannya semata-mata hanya dilakukan karena merasa tertekan dan berharap dengan masuk penjara permasalahan dengan keluarganya bisa selesai.

Sementara itu, Waka Polsek Klojen AKP Tukimin Hadi juga membenarkan, bahwa perbuatan tersangka berdasar pengakuannya dilandasi karena adanya tekanan mental akibat permasalahan keluarga. Memang hal ini terdengar aneh, namun itulah pengakuan tersangka.

"Barang bukti yang ia curi dari lima TKP di beberapa kota seperti Semarang, Surabaya, Kediri, Malang, Batu memang masih utuh, tidak dijual pelaku. Totalnya kurang lebih senilai Rp 12 juta," ungkapnya.

Kejahatan yang dilakukan pelaku adalah mencuri HP dan laptop. Pelaku melakukan pencurian HP maupun laptop selalu menggunakan sebuah obeng dengan mencongkel etalase memanfaatkan kelengahan dari penjaga toko.

"Pelaku berhasil ditangkap di Kediri, lalu dibawa ke Malang. Barang buktinya memang sudah diamankan. Ada beberap HP dan juga beberapa laptop. Dia ditangkap tanggal 18 November 2018 lalu, kalau aksinya di Kota Malang ia mencuri di Matos," pungkasnya.

Meskipun perbuatan pelaku dilandasi tekanan mental, namun perbuatannya tetap melanggar hukum, sehingga dikenakan pasal 363 tentang pencurian yang diganjar hukuman lima tahun ke atas.

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top