Lima Julukan bagi Malang, Teranyar Bakal Saingi Bandung!

(foto: dok/MalangTIMES)
(foto: dok/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Malang punya banyak julukan atau nama lain yang melekat pada wilayah yang berada di ketinggian antara 440–667 meter di atas permukaan air laut itu. Dari berbagai julukan yang melekat pada Malang, ada satu yang anyar dan bakal menyaingi wilayah lain di Indonesia. Wah apa itu? 

Sebelum membahas julukan anyar bagi Malang, Bumi Arema sudah lama tersohor sebagai Kota Bunga. Dikutip dari berbagai sumber, pada 1922 pemerintah kolonial memberikan sebutan de Bloemenstad atau dalam bahasa Indonesia berarti Kota Bunga.

Di waktu itu kebijakan Pemerintah Kotapraja Malang adalah membangun taman kota. Pembangunan ditugaskan kepada Cultuurschool (Sekolah Pertanian/SPMA). Kemudian sesuai keputusan pemerintah pada tahun 1937 Nomor 24, Gemeente Malang juga membangun Pasar Bunga di Alun-Alun Kota Malang guna menambah keindahan kota.

Julukan kedua bagi Malang adalah Kota Pendidikan. Sebutan ini karena pertumbuhan perguruan tinggi di Malang. Hebatnya lagi, delapan kampus di Malang diakui kualitasnya secara nasional.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melansir daftar 100 perguruan tinggi unggul di tahun 2017. Ada delapan kampus di Kota Malang yang masuk dalam daftar, yakni Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Merdeka Malang (Unmer), Universitas Islam Malang (Unisma), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malangkucecwara, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, dan Universitas Widyagama Malang (Uwiga).

Julukan ketiga bagi Malang adalah Paris for East Java. Sebutan ini sudah ada sejak zaman penjajahan. Diolah dari berbagai sumber, label tersebut masih bisa kita nikmati hingga kini.

Malang memiliki tata kota peninggalan pemerintah kolonial yang indah. Coba tengok kawasan Jalan Besar Ijen yang arsitektur peninggalan kolonial Belanda masih kental. Kawasan jalan ini dirancang oleh Ir Herman Thomas Karsten pada 1914. Arsitektur memungkinkan dapat melihat empat gunung yang mengapit Kota Malang, yakni Gunung Arjuno di sebelah utara, Gunung Semeru di timur, Gunung Kawi dan Gunung Panderman di barat, dan Gunung Kelud di selatan. 

Keempat ialah Kota Pariwisata. Tidak salah bila Malang disebut destinasi wisata terbaik di Indonesia. Di wilayah Kabupaten Malang setidaknya ada puluhan pantai yang indah. Selain pantai, ada wisata alam lain, yakni coban atau air terjun. Oleh sebab itu, angka kunjungan wisatawan di Kabupaten Malang pun terus meningkat. Dari data Pemerintah Kabupaten Malang pada tahun 2016 saja, angka wisatawan yang masuk Kabupaten Malang tercatat 5,8 juta orang pengunjung.

Sejumlah perancang mode profesional asal Malang tergabung dalam asosiasi Indonesian Fashion Chamber (foto: Instagram @ifc_malang)

Julukan teranyar bagi Malang bisa jadi menggeser Bandung yang selama ini dikenal sebagai Kota Mode. Potensi Malang di bidang industri fesyen dimulai dari ditunjuk sebagai satu-satunya daerah nomor dua di Indonesia non ibu kota provinsi yang punya asosiasi perancang mode profesional. Ya, Malang dipercaya mendirikan asosiasi desainer Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang. Ada belasan desainer asal Bumi Arema yang bergabung di situ. 

Potensi di bidang mode kedua adalah pesatnya perkembangan industri busana muslim di Malang. MalangTIMES, sebagai satu-satunya media online yang punya kanal khusus fesyen, mencatat pertumbuhan bisnis di bidang mode didukung produsen-produsen berusia muda. Selain itu, berdasarkan catatan kami, pasar mode di Malang kini menjadi surga bisnis artis ibu kota. Sejumlah label pesohor ibu kota masuk pasar Malang. Di antaranya Meccanism milik Zaskia Adya Mecca, Ivan Gunawan dengan label Mandja, Dian Pelangi, Ria Miranda, Raffi Ahmad dengan label RA Jeans, dan masih banyak lagi artis lain. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top