Terkesan Diam Soal Pilkada, Sutiaji : Tunggu Dua Minggu Lagi

Wakil Wali Kota Malang Sutiaji saat membuka kegiatan kedinasan. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Malang Sutiaji saat membuka kegiatan kedinasan. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wakil Wali Kota Malang Sutiaji telah mendeklarasikan diri bakal ikut memperebutkan pucuk pimpinan pemerintahan pada Pilkada 2018 mendatang.

Jika selama lima tahun terakhir dia menduduki kursi N2, ke depan Sutiaji menargetkan kursi N1 yang saat ini diduduki Moch Anton.

Meski demikian, jika dibandingkan dengan nama-nama lain, selama beberapa waktu terakhir Sutiaji tak banyak muncul di media. Sepinya pemberitaan mantan anggota DPRD Kota Malang itu karena tak banyak pergerakan yang disorot kamera.

Sutiaji sendiri membenarkan bahwa dia masih belum mencari posisi 'media darling' alias banyak tampil di permukaan. Menurutnya, hal itu memang dilakukan karena dia masih menyusun kekuatan.

"Namanya lakon, kan nggak usah rame-rame. Yang penting hasil. Saya khawatir dibilang tong kosong nyaring bunyinya," ujarnya saat ditemui di lobi Balaikota Malang, Senin (4/12/2017).

Meski demikian, lanjutnya, dalam waktu dekat dia akan mulai memastikan 'perahu' mana yang akan digunakan untuk mengarungi Pilkada Kota Malang tahun depan. "Ya minggu-minggu ini atau minggu depan. Tunggu dua minggu lagi (akan ada deklarasi)," jelasnya. 

Namun dia masih enggan buka suara soal partai yang akan digandeng. Berdasarkan catatan MalangTIMES, Sutiaji sempat menjalin komunikasi politik dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Akan tetapi partai tersebut telah menjatuhkan pilihan pada sosok Ketua DPC Hanura Kota Malang Yaqud Ananda Gudban. 

Selain itu, Sutiaji juga secara resmi telah mendaftar sebagai bakal calon wali kota (bacawali) pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Akan tetapi partai berlambang banteng itu hingga saat ini masih belum memberi keputusan yang terang. "Mereka kan mau mengumumkan Desember, ya ditunggu saja," sebutnya. 

Sementara itu, hingga saat ini masih ada beberapa partai yang cenderung menunggu sosok yang akan didukung. Misalnya saja Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan Partai Golongan Karya (Golkar).

Saat ditanya kemungkinan bersama partai-partai yang saat ini juga masih 'diam', Sutiaji enggan berkomentar banyak. "Nggak hanya partai yang silent (diam), yang nggak silent pun bisa jadi (memberikan dukungan)," paparnya.

Sutiaji sendiri mengaku dia memang berhati-hati dalam mengambil langkah. Menurutnya, ada tiga hal yang musti dipegang untuk menang. Pertama yakin, yang kedua adalah mengerti cara dan strategi pemenangan, dan terakhir adalah istikomah.

"Orang ikhtiar wajib hati-hati. Ada ayat yang menyebut, tinggallah yang ragu kepada yang tidak ragu. Itu yang saya pegang," tegasnya. 

Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top