Pilkada Kota Malang Dipastikan Tanpa Calon Independen

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zaenudin saat menemui awak media. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zaenudin saat menemui awak media. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pilkada Kota Malang 2018 mendatang akan sepenuhnya menjadi ajang pertarungan partai politik (parpol). Sebab Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang memastikan bahwa tidak ada calon independen yang  akan turun gelanggang.

Sebab hingga batas akhir masa penyerahaan berkas persyaratan, tak ada satupun pasangan calon (paslon) yang muncul di Kantor KPU Kota Malang. Meski sebelumnya, beberapa nama politisi menggembar-gemborkan semangatnya melawan petahana.

Beberapa tokoh yang disebut-sebut bakal mengambil jalur independen di antaranya Geng Wahyudi, Bambang GW, dan Haris Budi Kuncahyo. Namun, menurut Ketua KPU Kota Malang Zaenudin, nama-nama itu tidak datang mendaftar. 

Hingga batas akhir penutupan, tidak ada orang yang menyerahkan berkas pendaftaran di Kantor KPU Kota Malang. "Ketiganya sempat berkomunikasi terkait rencana pendaftaran. Tapi sampai terakhir tidak ada yang menyerahkan berkas," ujar Zaenudin. 

Dari ketiga orang itu, hanya Haris Budi Kuncahyo yang memberi konfirmasi kepada KPU. Haris tidak jadi mendaftar karena syarat minimal dukungan yang dibutuhkan tidak terpenuhi.

"Sekitar jam 9 malam beliau menghubungi saya melalui WA (WhatsApp Messenger), tidak bisa daftar karena jumlah dukungan masih belum terpenuhi," ujarnya.

Mengenai tidak adanya calon independen tersebut, Zaenudin enggan berspekulasi. Menurutnya, KPU juga telah gencar melaksanakan sosialisasi.

"Sebenarnya semua sudah tahu bahwa kemarin hari terakhir, bukan karena kurang sosialisasi," ujarnya. Dia menambahkan, KPU sudah mengundang tokoh-tokoh politik dan tokoh masyarakat dalam kegiatan sosialisasi itu. Zaenudin menilai, kegiatan woro-woro yang digelar sudah maksimal.

Komisioner KPU Kota Malang Divisi Hukum Fajar Santosa menjelaskan bahwa pihak panitia pendaftaran sudah menunggu bakal calon yang datang hingga pukul 24.00, akhir November lalu.

Menurutnya, seluruh komisioner, sekretaris, kasubag dan staff KPU kota Malang berjaga di kantor KPU.

"Jika bakal calon perseorangan tidak ada berarti bakal calon berasal dari parpol atau gabungan parpol," terang Fajar. 

"Jika tidak ada bakal calon perseorangan yang datang, berarti tahapan untuk calon perseorangan selesai sampai di sini," tegasnya. Mekanisme lanjutan yang akan dilakukan, lanjut Fajar, KPU mempersiapkan untuk menyambut bakal calon dari partai politik atau gabungan partai politik.

Kondisi ini berbeda dengan Pilwali 2013 silam. Kala itu, terdapat dua pasangan calon perseorangan yang lolos verifikasi administrasi dan faktual. Kedua pasangan itu mantap menantang sederet nama pasangan calon yang diusung partai. 

Dua pasangan ini adalah Dwi Cahyono-Mohammad Nur Udin dan Ahmad Mujais-Yunar Mulya. Dwi Cahyono-Mohammad Nur Udin saat itu menyertakan berkas dukungan sebanyak 50 ribu lebih.

Sementara Ahmad Mujais-Yunar Mulya, yang diusung Gerakan Pelangi Kerakyatan (GPK) membawa berkas dukungan mencapai 39.098 lembar fotokopi KTP yang disertai surat pernyataan dukungan.

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top