Keabsahan Arema Dipertanyakan, Ini Kata Mantan Direktur PT Arema Indonesia

Kesetiaan Aremania ketika mendukung timnya (Hendra Saputra/MALANGTIMES)
Kesetiaan Aremania ketika mendukung timnya (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

MALANGTIMESPolemik yang sempat terjadi pada nama Arema mendapat tanggapan serius dari mantan direktur PT Arema Indonesia, Gunadi Handoko.

Pria yang juga advokat senior ini berharap ada satu nama Arema demi harga diri pecinta sepakbola Malang bahkan dunia, yakni Aremania. 

Kalau berbicara tentang Arema tentu tidak akan ada habisnya, mulai harga diri, fanatisme suporter hingga dianggap sebagai agama kedua bagi sebagian orang. Hal tersebut memang sudah mendarah daging pada Aremania dimanapun berada. 

Namun dalam beberapa tahun terakhir, perpecahan yang terjadi dibeberapa klub Indonesia juga ikut dirasakan oleh Arema. 

Kasus dualisme yang mendera Arema mungkin berbeda dengan yang dialami oleh klub-klub lain di Indonesia.

Kala itu PT. Arema Indonesia yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM dalam beberapa tahun hanya eksis dengan namanya saja. Karena Arema yang selama ini berlaga di kompetisi tertinggi kancah sepakbola nasional dengan embel-embel Cronus di belakangnya menggunakan PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia yang dibentuk karena PT Arema Indonesia sendiri masih dalam sengketa. 

Permasalahan yang terjadi pada Arema memang cukup pelik. Pasca tampil sebagai juara ISL 2009/2010 beberapa waktu kemudian muncul dua Arema. 

Pada awal perpecahan Aremania sebagai suporter yang begitu setia sempat kebingungan dalam mendukung klub kesayangannya.

Pasalnya ada yang merapat ke kubu Arema yang tampil di IPL dan ada yang memilih ke Kanjuruhan mendukung Arema berlaga di ISL.

Menanggapi hal tersebut, mantan Direktur PT Arema Indonesia, Gunadi Handoko berharap kisruh yang terjadi ini cepat terselesaikan. Karena ia menilai saat ini Aremania masih dilanda kegalauan atas munculnya dua nama Arema. 

"Saya sebagai mantan Direktur PT Arema Indonesia berharap agar tidak ada dualisme apa tigalisme di Malang. Karena ini menyangkut harga diri kita sebagai Arema dan Aremania. Dengan adanya permasalahan seperti ini, bisa kita lihat sendiri bahwa prestasi Arema tidak begitu moncer. Bahkan suporter yang datang ke stadion juga berkurang," papar Gunadi Handoko. 

Sebagai suporter yang memiliki Salam Satu Jiwa, Gunadi berharap bisa menyatu seperti sedia kala, karena menurutnya tidak akan ada Salam "Dua" Jiwa atau Salam "Tiga" Jiwa. 

"Ya harapan kami, tinggalkan dululah atribut apapun demi kemajuan Arema. Yang kasihan ini Aremania, karena berjuang mati-matian untuk mendukung. Dan ini kan tidak pernah dalam sejarah Arema hanya ditonton sekitar 3.000 orang," pungkasnya.

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top