Sukses Gelar Malang Beach Festival, Bupati Rendra Kresna Rencanakan Event Akbar Wisata Pegunungan

Jazz Gunung Bromo adalah salah satu pertunjukan yang menjadikan wisata pegunungan menjadi lokasi pementasan. (Istimewa)
Jazz Gunung Bromo adalah salah satu pertunjukan yang menjadikan wisata pegunungan menjadi lokasi pementasan. (Istimewa)

MALANGTIMES - Sukses menyedot animo masyarakat dan pelaku wisata dalam dan luar kota dalam rangkaian Malang Beach Festival (MBF) yang digelar dari tanggal 11 November sampai 17 Desember 2017 nanti, Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan rencana akbar lainnya tahun depan.

Rencana akbar dalam sektor pariwisata tersebut, nantinya akan dilehat di areal berbeda dengan tahun ini. Yaitu mengeksplorasi keindahan alam yang terhampar luas mengelilingi bumi Arema ini.

"Tahun ini kita eksplor wisata pantai. Besok (tahun 2018, red) kita rencanakan di wisata pegunungan," kata Dr H Rendra Kresna, Selasa (28/11) setelah  acara upacara hari jadi Kabupaten Malang ke-1257 di Pendopo Kabupaten Malang, Kepanjen.

Kabupaten Malang secara topografi memang merupakan wilayah pegunungan dengan panorama surganya yang terkenal sampai mancanegara.  Terdapat sembilan gunung dan satu pegunungan yang menyebar merata di sebelah utara, timur, selatan dan barat wilayah Kabupaten Malang. 

Beberapa gunung telah dikenal secara nasional dan mancanegara. Seperti gunung Semeru (3.676 meter) yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, maupun Gunung Bromo (2.329 meter) yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan nasional.

Potensi inilah yang nantinya akan dieksplor dalam beragam kegiatan yang tentunya akan dikonsep lebih meriah dan akbar, layaknya MBF yang mengusung keindahan pantai-pantai di wilayah selatan Malang.

"Mungkin nanti ada yang namanya seni di atas awan dengan lokasi di desa Ngadas, Poncokusumo, sebelum menikmati Bromo. Atau kegiatan lainnya di wisata pegunungan kita," terang Rendra kepada MalangTIMES.

Seluruh potensi wisata, baik pantai, pegunungan, budaya dan lainnya menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Malang dalam mengoptimalkan pariwisata. 

The Heart of East Java, akan menjelma dan meruang di Malang Kabupaten, apabila seluruh destinasi ini secara kontinyu diramaikan dengan gelaran-gelaran di lokasi pariwisata yang ada. Secara kontinyu, bertema dan melibatkan masyarakat dan pelaku wisata yang ada.

"Setiap event adalah promosi wisata dalam meningkatkan kunjungan ke berbagai destinasi pariwisata kita. Karena itu, gelaran MBF tahun ini akan kita teruskan di tahun depannya dengan tema dan lokasi berbeda," pungkas Rendra.

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top