Jurus Arjuna Memanah, Trik Baru Melejitkan Prestasi Atlet KONI Kota Malang. Apa Maknanya?

Pengurus cabor dan KONI Kota Malang dalam kegiatan sinergi di Hotel Trio Indah 2, Sabtu (18/11/2017) (Foto : Yunan Helmi/MalangTIMES)
Pengurus cabor dan KONI Kota Malang dalam kegiatan sinergi di Hotel Trio Indah 2, Sabtu (18/11/2017) (Foto : Yunan Helmi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Prestasi moncer atlet-atlet Kota Malang tidak datang dengan sendirinya. Ada peran besar pengurus cabang olahraga (cabor) di situ.

Pengurus cabor dan pelatih ibarat dua mata tombak yang mengarahkan dan memoles atlet sehingga mampu meraih prestasi dalam kejuaraan.

Karena peran vital itulah, KONI Kota Malang kembali mengumpulkan seluruh pengurus cabor.  Mereka bersinergi dalam kegiatan bersama dengan tajuk "Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pengurus KONI dan Cabor Kota Malang, Revitalisasi Peran Tugas dan Fungsi Pengurus" di Hotel Trio indah 2, Sabtu (18/11/2017).

Sebenarnya bukan kali ini saja KONI Kota Malang mengumpulkan pengurus cabor.  Tahun ini saja sudah sering KONI dan pengurus cabor rapat bersama.

"KONI menyadari betul upaya, usaha, dan kerja keras pengurus cabor dalam mengantarkan atlet menuju prestasi. Jadi, kebersamaan ini yang terus kami pupuk dan kami tingkatkan lebih optimal lagi," ujar Ketua Umum KONI Kota Malang Bambang Dh. Suyono.

Berkat peran pengurus cabor, tahun ini prestasi yang disabet atlet-atlet Kota Malang tetap terjaga. Di arena SEA Games 2017 Malaysia, misalnya, atlet-atlet Kota Malang mampu dua emas dan satu perak.

Dua emas itu dipersembahkan Elga Kharisma Novanda dari cabor balap sepeda dan Atjong Tio Purwanto dari cabor atletik. Sedangkan  medali perak disumbangkan Crismonita Dwi Putri dari balap sepeda.

Bambang mengatakan, sinergi ini juga untuk menyongsong 2018. KONI Kota Malang berharap prestasi yang direbut tahun ini mampu ditingkatkan. "Kita berikhtiar tahun depan  lebih baik daripada tahun ini," tandasnya.

Sementara, agenda pertemuan KONI dengan cabor itu diisi dengan materi pengembangan kapasitas sumber daya manusia oleh Juniardi. Motivator asal Kota Malang itu banyak mengupas bagaimana hubungan kerja yang harmonis, sinergi potensi diri dan tim, kreativitas dan inovasi, serta organisasi yang kuat.

Salah satunya, yang menarik, Juniardi memperkenalkan "jurus Arjuna memanah". Dia menggambarkan bagaimana guru Pandawa dan Kurawa, yakni Pendeta Durna, menguji semua muridnya dalam latihan memanah. 

Semuanya gagal fokus kecuali Arjuna karena dia yang fokus ke satu sasaran ketika ditanya apa yang dilihat saat membidik.

"Jadi, apa yang dikerjakan harus fokus. Artinya fokus mencari prestasi. Jangan sampai perhatiannya pecah ke mana-mana," ucap Juniardi. (*)

Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top