Polres Malang Bikin Video Lucu, Viral di Dunia Maya

Video Zebra Boss!! inovasi Polisi Zaman Now karya Satlantas Polres Malang efektif sebagai media edukasi kepada masyarakat dalam berlalu lintas. (Satlantas Polres Malang)
Video Zebra Boss!! inovasi Polisi Zaman Now karya Satlantas Polres Malang efektif sebagai media edukasi kepada masyarakat dalam berlalu lintas. (Satlantas Polres Malang)

MALANGTIMES - Operasi Zebra Semeru 2017 yang dilakukan selama 14 hari oleh Satlantas Polres Malang menghasilkan data mengejutkan. Operasi kendaraan yang diharapkan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat di jalanan setiap tahunnya ternyata di luar ekspektasi jajaran Polres Malang.

Data Satlantas Polres Malang mencatat, selama 14 hari operasi telah menindak 12.445 pengendara. Angka tersebut naik sebesar 1.318 persen dibanding tahun 2016 lalu.

Tingkat kecelakaan pun naik sebesar 46 persen dibandingkan 2016. Selama Operasi Zebra Semeru 2017, tercatat ada 41 kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan empat korban meninggal dunia.

Kenaikan pelanggaran berkendaraan dan membuat pengendara mengalami kematian di jalan raya tahun 2017 ini terbilang mengkhawatirkan. Kondisi inilah yang membuat Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung akan semakin mengintensifkan berbagai pola penanaman kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

"Selain penindakan hukum terhadap para pelanggar yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, kami juga melakukan edukasi melalui video Zebra Boss!!," kata kapolres, Rabu (15/11).

Video Zebra Boss!! sebagai medium edukasi dirasa cukup tepat dalam meminimalisasi pelanggaran berlalu lintas yang setiap tahun mengalami peningkatan. Video berseri yang terbilang kocak tanpa menghilangkan nilai edukasinya tersebut diunggah melalui media sosial Instagram Polres Malang.

"Respons warganet sangat tinggi atas video ini. Semoga dengan video tersebut, kesadaran masyarakat berlalu lintas juga ikut tinggi," ujar.

Video kocak Zebra Boss!! di akun Instagram Polres Malang Official dengan pengikut 18,7 k ini idenya murni berasal dari anggota satlantas sendiri. "Jadi, mereka lapor ke saya atas pembuatan video ini. Saya bilang oke. Karena video ini disesuaikan dengan karakteristik lokal Malangan, bahasa Malangan. Kocak sehingga saya rasa nilai edukasinya bisa dengan mudah diterima masyarakat," jelas Ujung yang mengatakan video tersebut lebih efektif dibandingkan dengan medium lain yang sifatnya formal dan kaku. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top