Viral, Video Bupati Malang Rendra Kresna Tenggelam di Laut Selatan

Bupati Malang Rendra Kresna (kanan) didampingi pemandu saat mencoba selancar dengan menggunakan dayung pada Sabtu (11/11/2017) lalu di Pantai Ungapan (foto; Aing/MalangTiMES).
Bupati Malang Rendra Kresna (kanan) didampingi pemandu saat mencoba selancar dengan menggunakan dayung pada Sabtu (11/11/2017) lalu di Pantai Ungapan (foto; Aing/MalangTiMES).

MALANGTIMES – Dalam beberapa hari ini beredar secara viral video Bupati Malang DR Rendra Kresna yang tenggelam di Laut Selatan. Di video yang tersebar di dunia maya tersebut Rendra terlihat belajar kano di Pantai Ungapan, salah satu pantai tercantik di Indonesia.

Tampak Rendra dipandu oleh dua orang atlet kano. Dia terlihat berusaha keras untuk menguasai kanonya dan mengikuti instruksi dari pemandunya. Namun, karena tak mampu menyeimbangkan tubuhnya, pria asal Pamekasan tersebut akhirnya tercebur ke laut. Tak pelak air asin laut masuk ke mulutnya. 

Untungnya Rendra menggunakan pelampung, sehingga masih mengambang di permukaan. Dan untungnya lagi, dia tenggelam di pantai yang ombaknya tenang dan lautnya dangkal. Pantai Ungapan yang digunakan berlatih oleh bupati ini memang berada di kawasan Pantai Selatan, namun beberapa bagian pantainya justru tak ada ombak sama sekali. Itu karena lokasi pantainya yang menjorok ke daratan.

Di video tersebut juga terdengar tawa dari beberapa orang di sekitarnya begitu melihat Rendra tenggelam. Sedangkan Rendra sendiri ketika tenggelam, terdengar ngomong ”Adus”.  Dalam bahasa Jawa, adus artinya mandi. Selanjutnya Rendra berusaha berenang menepi dan ditolong oleh sang pemandu.

Bukannya kesal, Rendra justru senang usai tenggelam. ”Wah, gak bakat, gak bakat gak,” lanjutnya disusul dengan senyuman. Mendengar ucapan bupati, kembali terdengar gelak tawa di video yang berdurasi sekitar 41 detik tersebut.

Peristiwa tenggelamnya Rendra ini terjadi pada Sabtu (11/11/2017) sore lalu. Saat itu Rendra usai me-launching Malang Beach Festival di Pantai Balekambang pada pagi harinya. Sebelum bermain kano, Rendra terlihat bermain jet sky.

Bukannya kapok usai tenggelam ketika bermain kano, Rendra mencoba lagi permainan selancar dengan menggunakan dayung. Kali ini dia berhasil menjinakkan selancar. Karena senang bisa berselancar, Rendra tampak asyik mengelilingi pantai indah tersebut sekitar 20 menitan hingga ke tengah.

Bahkan dia tak sadar selancar yang dinaikinya mendekati sisi pantai yang berombak deras. Mengetahui sang bupati mendekati sisi di laut ganas, para pemandu dan stafnya mulai panik. Mereka meminta agar bupati membelokkan dayungnya ke arah pantai tenang.

”Saya mencoba kano, saya tak bisa menjaga keseimbangan, saya tenggelam. Karena saya panik untuk segera bergerak, badan saya tenggelam. Seandainya saya diam, tubuh kita sebenarnya akan terangkat sendiri karena menggunakan pelampung,” terang Rendra.

Di Pantai Ungapan ini sendiri nantinya juga akan digelar beberapa rangkaian Malang Beach Festival. Seperti diketahui Malang Beach Festival ini merupakan festival pantai terbesar dan terpanjang dalam sejarah Indonesia.

Sesuai agenda, nantinya akan digelar beberapa even international di Pantai Ungapan seperti lomba perahu naga, dayung, selam laut, dan selancar pada 18 November 2017. Selanjutnya pada 2 Desember 2017 akan digelar sepatu roda. Sedangkan pada 8-9 Desember kembali akan dihelat even international voli pantai, gulat pantai, serta maraton. Dan pada 16-17 Desember akan digelar balap sepeda.

Rendra mempunyai keyakinan bahwa pantai di Malang Selatan mempunyai keindahan yang layak jual. Karenanya, dia dan Kabupaten Malang akan terus berusaha menggenjot wisata pantai maupun potensi wisata lainnya.  Sebab dengan menggerakkan wisata, maka roda ekonomi masyarakatnya juga akan terangkat. 

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top