Bupati Malang Rendra Kresna Minta Program Home Care Diterapkan di Seluruh Puskesmas

Bupati Malang saat memberikan sambutan dalam tasyakuran HKN 2017. Rendra berharap seluruh puskesmas untuk menerapkan program home care yang telah terbukti mampu merubah paradigma dan angka orang sakit dan kematian, Senin (13/11) (Nana/MalangTIMES)
Bupati Malang saat memberikan sambutan dalam tasyakuran HKN 2017. Rendra berharap seluruh puskesmas untuk menerapkan program home care yang telah terbukti mampu merubah paradigma dan angka orang sakit dan kematian, Senin (13/11) (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Program Home Care Kabupaten Malang yang telah diakui di skala provinsi, nasional dan akan menuju ranah ASEAN mendapat catatan kritis dari Bupati Malang Dr H Rendra Kresna.

Catatan kritis orang nomor satu di Kabupaten Malang ini tentang pelaksanaan home care yang masih berjalan terbatas di beberapa kecamatan, khususnya di Puskesmas Turen.

"Padahal semua puskesmas di sini seharusnya bisa melaksanakan program home care. Karena itu saya minta seluruh puskesmas menjalankan program ini," kata Dr H Rendra Kresna saat memberikan sambutan dalam tasyakuran Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2017, Senin (13/11/2017).

Harapan Rendra atas 39 Puskesmas yang ada di Kabupaten Malang dalam menerapkan home care sangat tinggi.

Hal ini selain akan mempercepat terwujudnya kesadaran masyarakat dalam kesehatan juga akan semakin membuat produktifitas semakin meningkat. Eksesnya akan membuat seluruh proses pembangunan di Kabupaten Malang berjalan secara maksimal.

"Baru berjalan di Turen saja angka kematian ibu dan bayi menurun drastis. Begitupun dalam ODF (buang air besar sembarangan) sebagai bagian perilaku dan gizi buruk. Bayangkan kalau seluruh puskesmas menerapkannya," ujarnya.

Untuk mencapai pemerataan dalam pelaksanaan program home care, Bupati Malang menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk melakukan pelaporan secara berjenjang kepadanya.

"Minimal di bulan desember ini sudah ada laporan. Saya kasih waktu 3 bulan, sehingga bisa mengevaluasi program home care ini," tegas Rendra.

Program home care yang telah terbukti keberhasilannya dalam meminimalisir angka orang sakit serta menumbuhkan kesadaran tentang kesehatan diri, keluarga serta lingkungan sekitarnya juga akan membuat longgar anggaran kesehatan. Peruntukannya untuk pengobatan bisa digeser untuk alokasi infrastruktur kesehatan lainnya.

Rendra juga mengatakan modal besar untuk mewujudkan penerapan home care yaitu pelayanan kesehatan dengan cara mengunjungi rumah masyarakat, bisa dilakukan oleh seluruh pelayanan kesehatan yang ada di kabupaten Malang.

Modal besar tersebut, lanjut Rendra adalah gotong royong. "Kita punya gotong royong yang masih kuat. Kolaborasi diistilahkan sekarang. Dengan ini seluruh kendala untuk menerapkan home care bisa diatasi. Karena masalah kesehatan adalah tanggungjawab kita semua," imbuhnya.

12 indikator kesehatan, seperti melahirkan di tempat pelayanan kesehatan yang ada dan ditangani petugas, imunisasi rutin, pembangunan jambanisasi serta lainnya, dengan program home care bisa cepat terwujud.

Melalui pelayanan pro aktif tenaga kesehatan dalam program home care bisa merubah status keluarga mandiri kesehatan.

"Dulu masih banyak yang masih di kategori keluarga mandiri 1. Kini sudah menurun dan yang meningkat keluarga mandiri 4," ujar Rendra.

Artinya, tingkat kesadaran kesehatan masyarakat Kabupaten Malang mengalami grafik kemajuan pesat.

Dari keluarga mandiri 1 yang masih belum terbentuk perilaku dan kesadaran tentang kesehatan. Menjadi keluarga mandiri 4 yang artinya proses kesadaran terbentuk secara kolektif dalam masyarakat.

Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top