Mengobati Rindu pada Festival Malang Tempo Doeloe (10)

Wah, Lucunya Bentuk "Permen" Jadul Ini di MTD Ini

An Nizar sedang mengkreasikan gulali berbentuk bunga dengan keahliannya. ( Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)
An Nizar sedang mengkreasikan gulali berbentuk bunga dengan keahliannya. ( Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gelaran Malang Tempo Doeloe sukses membuat pengunjung yang hadir hanyut dalam nuansa "jaman dulu" alias jadul. Tidak hanya venue yang di-setting seakan kita ada pada zaman konial, musik yang disuguhkan sebagai pengiring pun bercorak tempo dulu. 

Tidak ketinggalan stan-stan yang berjajar pun menjajakan jajanan khas masa lampau yang mungkin saat ini sulit ditemui. Sebut saja lepet, nogosari, gethuk, dan jipang. Ada juga arumanis dan gulali yang manis sekali. Masih sempat nikmati gulali, permen yang dibuat manual ini?

Di MTD Anda bisa menemukan jajanan ini di berbagai sudut. Di bagian tengah venue MTD, misalnya, ada Pak An Nizar yang dengan cekatan mengkreasikan gulali menjadi berbagai bentuk yang lucu dan unik.

"Gulali cetak bisa. Mau bentuk jagung atau naga dan bunga juga bisa," ujarnya keoada MalangTIMES di sela-sela aktivitasnya membuat gulali dengan bentuk lucu pesanan pembeli yang sudah mengantre panjang.

Nizar membanderol gulali bikinannya mulai Rp 2 ribu hingga Rp 25 ribu. Sesuai dengan tingkat kerumitan bentuk yang dipesan. Jangan takut batuk usai menikmati gulali bikinan Nizar karena dirinya menggunakan gula asli dengan pewarna makanan. Berbeda dengan yang lain Nizar mulai memodifikasinya dengan menambahkan berbagai rasa, seperti melon, jeruk, dan strawbery. "Alhamdulillah kita sudah dengan seizin Depkes, jadi tidak perlu khawatir," ucapnya.

Dalam sehari, di luar gelaran MTD ini, Nizar mampu menjual lebih dari 90 bungkus gulali dengan berbagai bentuk. Bahkan di momen tertentu dia bisa meraup keintungan lebih dari Rp 500 ribu rupiah per hari. "Kebanyakan minta dibuatkan bentuk jagung sama kuda terbang. Bentuk bunga juga banyak," imbuhnya.

Rasanya yang manis membuat gulali Pak Nizar mudah diterima di lidah segala usia. Terlebih anak-anak juga begitu menyukai rasa dan bentuknya yang menarik perhatian. Hingga kini, masih banyak 'kids jaman now' yang juga begitu menyukai gulali. Tapi sayang, penjual gulali di Kota Malang saat ini semakin sedikit. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top