Gebyar Festival Pantai Terbesar (12)

Kesengsem Pantai Ungapan, Dua Bule Cantik Belajar Sejarah ke Bupati Rendra

Marry dan Alex Horkava, dua wisatawan mancanegara asal Slovakia yang tengah menikmati keindahan Pantai Ungapan. (Foto: Adhitya F/MalangTIMES)
Marry dan Alex Horkava, dua wisatawan mancanegara asal Slovakia yang tengah menikmati keindahan Pantai Ungapan. (Foto: Adhitya F/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gelaran Malang Beach Festival dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1257 Kabupaten Malang bukan hanya menarik minat wisatawan Nusantara. Keindahan pantai-pantai di pesisir selatan Provinsi Jawa Timur itu pun membuat kesengsem para wisatawan mancanegara (wisman) yang datang. 

Seperti yang diungkapkan Marry dan Alex Horkava. Dua mahasiswa asal Slovakia itu mengaku tengah berlibur di sela kuliah singkat bahasa Indonesia yang ditempuh di salah satu universitas di Jogjakarta. "Ini pertama kami datang ke Kabupaten Malang dan ternyata sangat indah. Kami menyukai kotanya, pantai-pantainya bagus, orang-orangnya ramah," ujar Marry saat ditemui di Pantai Ungapan.

Bagi yang belum pernah datang, bentuk Pantai Ungapan mirip laguna kecil. Lokasi itu merupakan titik pertemuan antara muara Sungai Panguluran dengan Samudera Hindia. Bukit-bukit kecil menghiasi sisi-sisi sungai dengan kerimbunan yang masih terjaga. Nuansa hijau yang sejuk dari pepohonan yang tumbuh subur berpadu indah dengan bentang pasir pantai yang halus.

Airnya payau, mengalir tenang buah pertemuan air sungai yang tawar dan air laut yang asin. Ombak juga tidak masuk langsung ke aliran sungai karena pecah beberapa meter di bibir muara. Air di Pantai Ungapan juga cenderung stabil, tidak terpengaruh musim baik penghujan maupun kemarau. Pantai tersebut juga cocok untuk wisata air keluarga karena kedalamannya hanya sekitar dua meter dengan lebar sekitar 100 meter. 

Marry pun sempat menikmati wahana jet ski di sana. Sementara Alex, lebih memilih menikmati es kelapa muda di tepian pantai. Keduanya juga sempat berbincang langsung dengan Bupati Malang Rendra Kresna. Pada dua wisman itu, Rendra sempat menguraikan berbagai potensi wisata di Kabupaten Malang. 

Rendraa juga menceritakah sejarah panjang Kabupaten Malang, mulai dari era Kerajaan Singasari. "Pada abad 11, wilayah kekuasaan Kerajaan Singasari bahkan mencapai Amerika Latin," ujar Bung Rendra, sapaan akrabnya. 

Pemerintah Kabupaten Malang kian menggencarkan potensi beragam wisata yang ada di wilayah berjuluk 'The Heart of East Java' tersebut. Usaha tersebut berbuah manis, jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara setiap tahunnya meningkat dari tahun 2015 hingga 2016 mencapai 1,5 juta wisatawan per tahun.

Berdasarkan data yang dihimpun MalangTIMES di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, tercatat jumlah kunjungan tahun 2015 sebanyak 3.251.367 juta orang. Sedangkan jumlah kunjungan wisatawan di tahun 2016 mencapai 5.849.544 juta orang.

Wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Malang tahun 2016 tercatat 3.561.221 juta wisatawan Nusantara dan 99.873 ribu wisatawan mancanegara. Sedangkan tahun 2016 itu ada 5.719.881 juta wisatwan Nusantara dan 129.663 ribu wisatawan mancanegara. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top