Rembuk Bareng, Disdik Kota Malang Siapkan Sekolah-Sekolah Ikuti Gelaran Bergengsi ini

 Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Malang Siti Ratnawati SH MPd saat memberikan arahan di Aula Disdik Kota Malang. (Foto: Disdik Kota Malang for MalangTIMES)
Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Malang Siti Ratnawati SH MPd saat memberikan arahan di Aula Disdik Kota Malang. (Foto: Disdik Kota Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gelaran Adiwiyata Nasional agaknya mebjadi salah satu ajang bergengsi dibidang lingkungan bagi sekolah-sekolah di seluruh penjuru Indonesia. Kota Malang tak ingin kelewatan untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Untuk itu, koordinasi antar seluruh elemen pun digelar demi persiapan menyongsong penilaian Sekolah Adiwiyata Nasional 2017.

Dinas Pendidikan Kota Malang Bidang Pembinaan SMP menggandeng 18 kepala sekokah untuk rembug bareng Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang di Aula Dinas Pendidikan Kota Malang, Jumat (10/11).

"Kita persiapkan dengan matang sebelum penilaian Adiwiyata Nasional 2017. Karena ada beberapa kebijakan baru dalam pelaksanaan penilaian oleh Kementrian Lingkungan Hidup. Untuk itu, kami mencoba memfasilitasi sekolah-sekolah untuk memberikan solusi bagi yang memiliki kendala," ujar Kabid Pembinaan SMP Disdik Kota Malang Siti Ratnawati SH MPd.

Penilaian Adiwiyata Nasional sendiri rencananya akan dilaksanakan pada 14 hingga 15 November mendatang. Sebanyak 8 sekolah di Kota Malang yang dinyatakan lolos seleksi administrasi oleh Kementrian Lingkungan Hidup.

Di antaranya, SMPN 1, SMPN 3, SMPN 20, SMPN 21, SDN Lowokwaru 2, SDN Polehan 2, SDN Pandanwangi 3, dan SD Insan Amanah. Dengan demikian kedelapan sekolah ini dinyatakan tidak perlu verifikasi lagi.

Sedangkan sekolah yang tetap akan diverifikasi oleh tim penilai Sekolah Adiwiyata Nasional di antaranya SMPN 11, SMPN 13, SMPN 19, SMP Plus Alkautsar, SDN Model Tlogowaru, SDN Bunulrejo 1, SDN Arjosari 1, SDN Blimbing 3, SDN Percobaan 2 dan SDN Purwodadi 1.

"Persiapan ini semoga menjadikan sekolah-sekolah menjadi semakin berprestasi. Jangan sampai Kota Malang hanya sebagai penggembira saja dalam ajang Adiwiyata Nasional kali ini," tegas wanita yang akrab disapa Ratna ini.

Sementara itu Tim Adiwiyata Propinsi Jawa Timur Samsuk Arifin MPd mengatakan ada beberapa indikator yang nantinya akan dijadikan tolak ukur penilaian. Seperti jumlah sampah yang dikurangi, sampah yang didaur ulang serta penghematan ATK yang telah dilakukan ditambah dengan keseriusan penghijauan dengan penambahan jumlah tanaman.

"Hal yang penting dalam verifikasi adalah adanya produk pembelajaran dari kurikulum berbasis Adiwiyata yang dijalankan oleh jajaran sekolah baik sekokah yang sudah menjadi adiwiyata mapun calon sekolah Adiwiyata,"tandasnya.

Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top