Ternyata Anggaran Olahraga Kabupaten Malang Masih Jauh dari Ideal

Bupati Malang Rendra Kresna menyatakan bahwa anggaran olahraga di Kabupaten Malang relatif kecil. Idealnya adalah minimal 1 persen dari total APBD. (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Bupati Malang Rendra Kresna menyatakan bahwa anggaran olahraga di Kabupaten Malang relatif kecil. Idealnya adalah minimal 1 persen dari total APBD. (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Anggaran dunia olahraga di Kabupaten Malang ternyata terbilang kecil. Padahal, untuk melakukan pembibitan dan pembinaan bakat para atlet yang dimulai sejak dini tentunya membutuhkan dana besar.

Bupati Malang, Dr Rendra Kresna, setelah membuka acara pelepasan Atlet POR SD/MI se-Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang, Kepanjen, Jumat (10/11), menyatakan bahwa anggaran untuk olahraga masih di bawah 0,5 persen dari total APBD atau sekitar Rp 9 Miliar.

Minimnya anggaran untuk pembinaan maupun untuk dana prestasi atlet tersebut, walaupun tidak membuat prestasi olahraga di Kabupaten Malang terpuruk di tingkat Jawa Timur (Jatim) tapi menjadi persoalan yang nantinya akan dibicarakan secara intensif. Untuk kemajuan olahraga di Kabupaten Malang serta memberikan pelayanan standar dalam pembinaan berkelanjutan bagi bibit-bibit unggul olahragawan.

"Anggaran masih terbilang kecil. Karena kondisi tersebut, ini pintar-pintarnya KONI untuk mengelola anggaran tersebut. Idealnya memang minimal 1 persen lah atau sekitar Rp 30 miliar," ujar Rendra.

Walaupun dengan kondisi anggaran relatif rendah, kewajiban Pemerintah Daerah dalam mendukung dan menjaga semangat juara tetap dilaksanakan. Reward bagi para atlet berprestasi tetap dilakukan melalui KONI. Tergantung prestasi dan raihan gelar yang dicapai para atlet tersebut.

"Tetap ada. Ini sebagai bentuk komitmen kita kepada mereka yang juga mengharumkan nama Kabupaten Malang," ujar Rendra yang juga penyuka olahraga ini.

Ditanya mengenai peningkatan anggaran olahraga untuk tahun depan, Rendra menjelaskan bahwa saat ini basis penambahan anggaran ditentukan dari kinerja. Apabila kinerjanya bagus, maka penganggaran bisa dilakukan floating dalam pembahasannya. Sehingga akan bisa meningkatkan anggaran melalui APBD. "Artinya memang perlu adanya hal tersebut serta lobi anggaran juga," ujarnya.

Penyematan kepada pelatih dan official kontinge POR Jatim 2017 di Lumajang oleh Bupati Malang Rendra Kresna (Nana)

Peningkatan anggaran olahraga tentunya menjadi penting dalam upaya menguatkan, melindungi dan melakukan pembinaan para atlet di berbagai cabang olahraga (cabor) yang ada di Kabupaten Malang.

Jangan sampai, bakat-bakat yang sudah terlihat sejak kecil pada atlet yang ada di Kabupaten Malang tidak terangkul dan terjaga.

"Di usia SD sudah berprestasi, tapi tidak adanya pembinaan lanjutan saat dia masuk SMP, misalnya. Ini akan hilang sudah bibit unggulan tersebut. Padahal untuk mencetak atlet berprestasi di berbagai skala itu tidak mudah dan butuh waktu lama yang berkesinambungan," pungkas Rendra.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top