Dua Mantan Rektor dan 636 Alumni UB Tolak Reklamasi Teluk Jakarta

Kordinator Alumni UB Adam Wiryawan (kanan). (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kordinator Alumni UB Adam Wiryawan (kanan). (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak hanya beberapa kalangan di Jakarta yang bereakasi menolak reklamasi Teluk Jakarta. Dari Malang yang jauhnya sekitar 1.000 kilometer dari Jakarta pun, muncul penolakan akan reklamasi dari alumni Universitas Brawijaya.

Sebanyak 636 alumni yang terdiri dari 15 guru besar, dua mantan rektor UB, dua mantan dekan UB, dua mantan ketua umum ikatan alumni UB, dan alumni lainnya menolak adanya reklamasi di Teluk Jakarta. Penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, selain merusak lingkungan sekitar, bahkan sempat muncul kekhawatiran dimana ditakutkan jika reklamasi tetap berlanjut, bisa saja muncul Singapura yang kedua. Bahkan terkait hal itu memang beberapa pakar melakukan pengkajian yang berlangsung tanpa diketahui publik.

Koordinator alumni UB yang menolak rekalmasi, Adam Wiryawan, mengatakan, dampak reklamasi sebenarnya sudah jelas. Yakni berdampak pada lingkungan yang nantinya juga berdampak pada rusaknya ekosistem makhluk hidup di sekitarnya.

"Sehingga dalam hal ini, kami tak ingin lingkungan semakin rusak. Dalam hal ini, masyarakat juga dibenturkan dengan pemerintah. Terlihat ada beberapa oknum yang memaksakan hal ini. Reklamasi bahkan juga mendapatkan perhatian dari luar negeri dengan adanya  jurnal-jurnal kajian," ucap Adam (9/11/2017).

Maka dari itu, dia melanjutkan, kalaupun beberapa bagian reklamasi sudah terlanjur berjalan, maka pihaknya memberikan sebuah usulan agar pulau tersebut tidak digunakan untuk kepentingan oknum, namun lebih baik digunakan untuk pangkalan militer. 

"Kalau digunakan untuk pangkalan militer, selesai sudah, nggak ada yang perlu didebatkan, karena hal itu jelas sudah bisa bermanfaat. Namun usulan kedua, bisa saja digunakan untuk perumahan para nelayan. Nelayan jangan ditaruh rumah susun. Ibaratnya dikembalikan di habitatnya," ujarnya

Untuk itu, Adam menambahkan, selanjutnya pihaknya akan terus berkoordinasi dengan alumni perguruan tinggi lain seperti ITS, ITB dan UI yang saat ini sudah jelas mendukung penolakan reklamasi. "Langkah selanjutnya ya koordinasi dengan alumni kampus lain. Entah bagaiman bentuk konkretnya. Membentuk petisi online atau bagaimana, kami akan koordinasi dahulu. Nantinya ada usulan yang kami sampaikan ke pemerintah," pungkasnya. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top