Ketua DPC Bermanuver, DPD Hanura Berang (2)

DPD Hanura Jatim : Kepemimpinan Nanda akan Membawa Hanura Kota Malang Jadi Partai Eksklusif

Ketua Bappilu Hanura Jatim, Drs Idrus Alwi (Foto : Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ketua Bappilu Hanura Jatim, Drs Idrus Alwi (Foto : Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMESKetua DPC Hanura Kota Malang Ya’qud Ananda Gudban tidak hanya mendapat kritik tajam lantaran ia melakukan manuver politik tanpa melalui tahapan dan etika yang disepakati di internal partai namun karakteristik kepemimpinannya juga mendapat sorotan tajam.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Jatim menilai kepemimpinan Nanda di Kota Malang telah membawa partai dirintis Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto ini menjadi partai eksklusif dan terkesan elitis.

Hal ini terlihat dari gaya kepemimpinan sosok Srikandi Ijen, julukan baru Nanda dalam kontestasi Pilwali Kota Malang, ini yang terkesan hanya membangun komunikasi di tataran elit politik tanpa membangun basis massa di grass root secara maksimal.

“Seharusnya, bangunan komunikasi politik yang dibangun di DPC Hanura Kota Malang lebih menyentuh masyarakat di tingkatan grass root. Sebab, modal utama kemenangan partai adalah keberpihakan rakyat. Untuk itu, partai harus selalu hadir sebagai penyambung lidah rakyat,” tegas Warsito SE MM, Sekretaris DPD Hanura Jatim.

Sesuai mekanisme organisasi, lanjutnya, para Ketua DPC di masing-masing daerah memang diberi kewenangan melakukan komunikasi-komunikasi politik namun jangan sampai melupakan tugas dan tanggungjawabnya untuk bersilaturrahmi dengan rakyat dan kader-kadernya di grass root (akar rumput).

Kritik yang tidak kalah pedasnya juga disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Hanura Jatim, Drs Idrus Alwi.

Menurutnya, sesuai namanya, Partai Hanura merupakan cerminan hati nurani rakyat sehingga hubungan yang mesra dengan pemilih harus selalu dijalin dengan baik.

Kalau ketua partai beserta elit-elitnya di daerah hanya melakukan komunikasi politik dengan elit-elit saja maka lambat laun partai ini akan terbentuk menjadi partai yang eksklusif dan  semakin jauh dari masyarakat.

“Oleh karena itu, kami berharap semua ketua partai di masing-masing daerah lebih memosisikan dirinya sebagai pelayan rakyat bukan rakyat elit. Pondasi ini harus selalu dibangun agar Hanura selalu hadir bersama-sama masyarakat,” jelas Idrus Alwi.

Sebagai Ketua Bappilu Hanura Jatim, lanjutnya, ia dituntut banyak turun ke daerah, termasuk ke Kota Malang untuk melihat sejauh mana komunikasi yang dibangun oleh partainya di daerah khususnya dengan calon pemilih.

“Saya kebetulan banyak keluarga di Malang sehingga saya relatif sering ke sana. Artinya, suara-suara yang berkembang di masyarakat Kota Malang saya banyak mengetahuinya. Oleh karena itu, saya sarankan Ketua DPC Hanura Kota Malang untuk banyak berkomunikasi dengan masyarakat jangan hanya fokus pada komunikasi di tataran elit saja,” pungkas Idrus Alwi.

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top