Ketua DPC Bermanuver, DPD Hanura Berang (1)

DPD Hanura Anggap Manuver Politik Ketua DPC Nanda Klaim Pribadi Bukan Institusi

Sekretaris DPD Hanura Jatim, Warsito SE MM saat ditemui MalangTIMES di kantornya, Senin (6/11/2017) (Foto : Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Sekretaris DPD Hanura Jatim, Warsito SE MM saat ditemui MalangTIMES di kantornya, Senin (6/11/2017) (Foto : Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES -  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jawa Timur meminta masyarakat Kota Malang cerdas menyikapi fenomena politik yang belakangan terjadi menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang 2018.

Pasalnya, tidak semua informasi yang terekspose ke publik, termasuk yang digembar-gemborkan sebagian media di Malang merupakan gambaran konstelasi politik yang sebenarnya. Sebab, sebagian elit partai justru melakukan manuver politik yang tidak mewakili institusi beserta tahapan dan etika politik yang berlaku di internal partainya.

Demikian ditegaskan Sekretaris DPD Hanura Jatim, Warsito SE MM saat ditemui MalangTIMES di Kantor DPD Hanura Jatim, Senin (6/11/2017).

Secara spesifik, pria yang juga menjabat Ketua Tim Pilkada Daerah (TPD) Hanura Jatim ini menyinggung manuver-manuver politik yang selama ini dilakukan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Hanura Kota Malang Ya’qud Ananda Gudban.

Menurutnya, manuver politik yang dilakukan Nanda, begitu Ketua DPC Hanura Kota Malang Ya’qud Ananda Qudban biasa disapa, baru sebatas klaim pribadi yang bersangkutan.

Termasuk klaim Nanda akan direkomendasi oleh DPP Hanura sebagai Calon Wali Kota Malang priode 2018 - 2023.

“Nanda memang sempat mengutarakan keinginannya untuk bertarung dalam kontestasi politik Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang 2018. Namun, tahapan yang berlaku di internal partai beserta etika komunikasi politik yang seharusnya dilakukan belum dijalankan sama sekali. Arahnya ia dalam berpolitik dalam konteks Pilwali Malang kami kira belum jelas. Artinya, semua yang ia lakukan tidak lebih sebatas klaim pribadi dia saja,” tegas Warsito kepada MalangTIMES di kantornya, Senin (6/11/2017).

Lebih lanjut Warsito mengeritisi manuver Nanda yang belakangan berkoar-koar ke publik baik secara langsung maupun lewat media massa yang menyatakan sudah melakukan koalisi dengan sejumlah partai, lagi-lagi tidak lebih sebagai klaim pribadinya saja.

Sebab, sampai saat ini, dirinya dalam kapasitas sebagai Ketua Tim Pilkada Daerah Jatim yang ditunjuk DPP Hanura menata suksesi Pilkada serentak termasuk di Kota Malang, belum melakukan komunikasi lintas partai.

Meskipun ia tidak menampik memang mengenal dekat sejumlah petinggi partai yang diklaim Nanda akan ikut mengusungnya sebagai calon wali kota dalam Pilwali Malang 2018 nanti.

Seperti diketahui bersama, informasi yang tersiar ke publik selama ini Nanda Qudban mengaku sudah menjalin koalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan berusaha menggandeng Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai pengusungnya untuk merebut kursi empuk N1 di Kota Malang.

“Dengan petinggi-petinggi PAN, mulai Kota Malang, DPD PAN Jatim, sampai pusat kami sangat akrab dan beberapa kali berkomunikasi urusan Pilwali Malang. Namun, silaturrahmi yang terbangun belum sampai pada jalinan komunikasi yang konkret untuk mengusung calon Wali Kota Malang,” beber Warsito.

Seharusnya, lanjutnya, tahapan yang semestinya ditempuh Nanda dimulai dari kajian dan survei oleh Tim Pilkada Cabang (TPC). Hasilnya lalu dikoordinasikan dengan Tim Pilkada Daerah (TPD) Hanura Jatim untuk selanjutnya dikirim ke Tim Pilkada Pusat (TPP).

Menurutnya, tahapan-tahapan itu harus dilakukan jika yang bersangkutan memang serius bertarung dalam kontestasi politik dan menghormati etika politik yang berlaku di internal partai.

“Sampai saat ini, kami belum pernah disodori hasil survei internal tentang elektabilitas Nanda. Kalau ia serius bertarung untuk merebut kursi N1 di Kota Malang maka ia harus lengkap menyodorkan dengan siapa akan berpasangan. Sebab, rekom itu tidak akan muncul dengan hanya satu nama. Rekom partai seperti yang dipersyaratkan oleh KPU harus berpasangan. Kalau semua ini belum dilakukan jangan salah jika partai meragukan keseriusannya untuk maju. Sampai hari ini saya tegaskan Hanura belum mengeluarkan rekom untuk siapapun dalam kaitannya dengan Pilwali Kota Malang,” pungkasnya.

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top