Disperkim Kota Malang Gelar Lomba Penataan Taman Lingkungan

Kepala Bidang Pertamanan Disperkim Kota Malang Ir Kuncahyani (Hendra Saputra/MALANGTIMES)
Kepala Bidang Pertamanan Disperkim Kota Malang Ir Kuncahyani (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Bidang Pertamanan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang akan segera menggelar lomba penataan taman lingkungan untuk masyarakat yang peduli kebersihan dan keasrian daerahnya.

Lomba ini diadakan karena pertumbuhan penduduk Kota Malang yang kian bertambah membuat ruang terbuka hijau (RTH) semakin kurang. Karena itu, Disperkim akan memberi prioritas khusus bagi taman lingkungan yang terletak di tengah permukiman sebagai interaksi sosial yang dapat mengurangi tingkat stres warga perkotaan.

Tujuan diadakan lomba penataan taman lingkungan ini yakni untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebutuhan taman lingkungan yang bersih dan asri. Kabid Pertamanan Disperkim Ir Kuncahyani mengatakan bahwa pengelolaan RTH di Kota Malang memang dirasa masih kurang. Dengan itu, dia mencoba menggugah masyarakat dengan mengadakan lomba penataan taman lingkungan.

"Kebutuhan masyarakat akan taman masih kurang. Kita tahu sendiri taman banyak ada d itengah kota untuk menggugah dan menumbuhkan rasa tersebut. Kami mempunyai ide untuk mengadakan lomba di dekat permukiman," tutur Yani, sapaan Kuncahyani.

Pendaftaran lomba penataan taman lingkungan sudah dimulai sejak 30 Oktober 2017 lalu hingga 3 November 2017. Namun, Disperkim masih memberikan kelonggaran sampai 10 November 2017 bagi warga yang berminat untuk mengikuti lomba.

Bersamaan dengan itu, panitia penyelenggara juga akan memverifikasi peserta lomba sampai pendaftaran benar-benar ditutup. Cara mendaftarkannya pun sangat mudah. Daerah permukiman yang memiliki taman ataupun perseorangan yang mempunyai taman dapat mengikuti lomba ini.

Contoh taman kota yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktifitas (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

Peserta hanya perlu menyerahkan profil taman lingkungan yang akan diikutsertakan pada lomba. Profil taman tersebut berisi tentang sejarah maupun macam-macam softcape dan hardcape yang ada di taman. "Taman tersebut tidak harus milik pemkot. Kalau ada orang mempunyai taman, bisa diikutkan dan kami tidak membatasi ukuran taman tersebut," ujar Yani.

Selanjutnya proses penjurian dilakukan pada 13 hingga 25 November 2017. Tim juri pun bukan hanya dari Disperkim. Institusi lain juga berpartisipasi.

Diperkim sendiri menurunkan dua orang untuk penilaian. Kemudian dari akademisi (jurusan arsitektur) ada dua orang. Lalu dari PKK Kota Malang ada dua orang dan satu orang dari Asosiasi Profesi (IALI).

Setelah melalui proses penjurian, pemenangnya akan langsung diumumkan pada 28 November 2017 dan berlanjut kepada penyerahan hadiah tanggal l 30 November 2017 yang rencananya akan diberikan oleh Wali Kota Malang HM. Anton.

"Hadiahnya pun cukup lumayan. Juara pertama mendapatkan Rp. 20.000.000, juara kedua Rp 17.500.000 dan juara ketiga mendapatkan Rp 15.000.000," kata Yani. "Intinya taman itu untuk interaksi masyarakat. Jadi, sayang kalau taman sampai tidak terawat. Makanya kami menggugah masyarakat akan kebersihan dan kepedulian terhadap taman," tambahnya. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top