Nelly, Srikandi Perindo yang Tak Ingin Partainya Jadi Partai Event

Nelly di tengah-tengah kader Partai Perindo. (Nelly For MalangTIMES)
Nelly di tengah-tengah kader Partai Perindo. (Nelly For MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menjadi ketua partai memang memiliki tanggung jawab berat. Bukan hanya berjuang meraih suara dalam pilkada maupun pemilu. Tindak tanduk ketua partai menjadi sorotan masyarakat.

Jika tindakannya negatif, imbasnya citra partai ikut jelek. Sebaliknya, kalau positif, sering anggapan miring menghampiri. Banyak masyarakat yang menilai kegiatannya hanya bertujuan meraih dukungan saat pilkada atau pemilu. Bilamana mana tujuan sudah tercapai, lupa terhadap rakyat yang telah mendukung. 

Namun, lain halnya dengan Partai Perindo Kota Malang yang digawangi sosok srikandi bernama Laily Fitriyah Liza Min Nelly. Wanita berjilbab itu mengungkapkan tak ingin menjadikan partainya sebagai partai event.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya kegiatan sosial dari partai yang dia pimpin maupun secara pribadi yang melibatkan banyak masyarakat di Kota Malang. Dalam setiap kegiatan, terlihat kiprah Nelly  yang selalu tampak dekat dengan berbagai kalangan masyarakat di Kota Malang. Bahkan terkadang Nelly sendiri tak jarang turun tanpa mengatasnamakan partai karena rasa kepedulian sosial yang ia miliki.

"Jadi partai, jangan jadi partai event. Saat ada kepentingan saja, baru turun. Makanya saya nggak mau jadi partai event dan langsung turun setiap saat.  Lek wes enek ngene, pura-pura apik (kalau sudah ada maunya, pura-pura baik). Saya nggak ingin itu," ungkap wanita yang juga menjabat wakil sekretaris KONI Kota Malang ini.

Sebagai ketua, Nelly memang harus memberikan contoh kepada para kader hingga mereka mempunyai rasa saling memiliki yang akhirnya berdampak pada kemajuan partai. Dengan begitu, tanpa diperintah, para kader partai sudah sadar akan kewajiban untuk saling membantu sehingga tidak hanay beraksi jika ada satu event.

"Memang beberapa ada tanggapan yang kurang positif. Namun, bagi saya, hal itu bukan masalah. Yang terpenting saya bekerja dan bermanfaat bagi masyarakat. Saya nggak mempermasalahkan anggapan. Toh partai ini saya pikir belum jadi saja sudah bermanfaat, apalagi kalau sudah jadi," ungkap Nelly.

"Akan  ada  kampanye, baru dekat dengan masyarakat. Akan ada pemilu, baru peduli sama masyarakat. Jangan seperti itu. Partai itu kan juga untuk pembelajaran masyarakat juga akhirnya," imbuhnya.

Selain itu, status sebagai ketua partai tak membuat Nelly  hanya berdiam diri dan cuma mengandalkan bawahannya dalam mengembangkan partai. Dia secara langsung turun mengunjungi struktur-struktur anggota partai sampai akar bawah demi menjaga kesolidan Partai Perindo.

"Ya selalu rutin mengunjungi DPC, ranting-ranting. Setiap seminggu sekali saya kunjungi. Sebagai upaya memperkuat partai, menjalin keakraban yang nantinya semakin memperkuat partai," tandas pemilik warung sate-gule Bang Saleh ini. (*)

 

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Aditya Fachril Bayu
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top