Legenda Olahraga Leonard Gustaf Kailola Berpulang, Ade Herawanto Sampaikan Ini

illustrasi MalangTIMES
illustrasi MalangTIMES

MALANGTIMES - Pemerhati olahraga Kota Malang yang juga bagian dari Aremania, Leonard Gustaf Kailola telah meninggalkan dunia pada Kamis (2/11/2017) pukul 14.00 WIB untuk selamanya setelah menjalani perawatan di RSSA Malang.

Leo (sapaan akrab Leonard Gustaf Kailola) wafat karena sebelumnya mengalami peristiwa kecelakaan di Jalan Basuki Rahmat pada Sabtu (28/10/2017).

Mungkin sebagian warga Malang belum tahu siapa Leonard Gustaf Kailola yang sesungguhnya, karena ia memang bukan tokoh besar layaknya seorang wali kota ataupun politikus yang sering terekspos.

Namun, Leo adalah insan yang sangat peduli dengan olahraga di Malang. Terutama tinju yang menjadi kesukaannya hingga mendirikan sasana tinju Kawanua di Jalan Pajajaran, Kota Malang.

Sepak terjang di dunia tinju bagi Leo sudah sangat melekat karena ayahnya adalah tokoh pelatih tinju di Malang pada era 1980-an, yakni Kailola (almarhum).

Salah satu orang yang merasa kehilangan Leonard Gustaf Kailola adalah Ade Herawanto atau yang biasa dikenal dengan Ade D'kross.

Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang tersebut cukup kaget mendengar sahabatnya telah meninggal dunia.

"Ya merasa kehilangan salah satu kawan yang lucu dan humoris. Karena biasanya saat teman-teman lagi kehilangan mood, kalau bertemu Leo pasti bisa terhibur oleh tingkahnya yang selalu semangat dan riang seperti anak remaja," kata Ade.

Pertemanan Ade Herawanto dengan Leonard Gustaf Kailola sudah cukup lama terjalin. Bahkan, vokalis band D'kross tersebut sampai hafal beberapa nama panggilan dari Leo.

"Yang jelas Leo alias Leonard Gustaf Kailola alias Leo Patimura alias Leo Bilyard Appolo alias Leo Klojen alias Leo Alamo adalah salah satu sahabat lawas saya sejak 1985, saat saya masih sekolah di SMAN 3 beliau sudah melatih tinju di pelataran Hotel Pajajaran. Sejak saat itu kami berteman di dunia tinju dan juga di komunitas suporter, Arema Fans Club (AFC) sampai dengan lahirnya Aremania bahkan sampai saat ini di organisasi tinju profesional KTPI Malang Raya dan tinju amatir Pertina Kota Malang," papar Ade mengenang.

Sebagai sahabat yang mendedikasikan dirinya sebagai Aremania sejati, Ade Herawanto menyematkan kata legenda bagi Leo. Bahkan, ia berharap kepada Aremania sekarang dapat mencontoh mendiang Leo.

"Dia salah satu legenda bagi adik-adik Aremania. Di usianya yang ke 64 tahun bung Leo selalu tampak bersemangat dan bergembira serta tiap pagi selalu menyempatkan diri membaca berbagai media untuk mengikuti perkembangan Arema, itulah yang menurut saya patut dicontoh oleh adik-adik Aremania," tutur Ade Herawanto.

Lebih lanjut, Ade Herawanto mengucapkan kata-kata terakhir untuk mengiringi kepergian Leonard Gustaf Kailola.

"Untuk Bung Leo. Selamat jalan sahabat, selamat istirahat dengan tenang tanpa terganggu oleh kami yang sering usil padamu, perjuanganmu dalam mendukung Arema pasti akan dilanjutkan oleh adik-adik Aremania," tukas Ade Herawanto.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top