Tidak Sempat Cetak Tiket, Check-in Kereta Api lewat Smartphone Saja

 Supervisor Custromer Care Stasiun Kotabaru Malang Hermawati Hera saat menunjukkan contoh E-Boarding Pass KAI Access. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Supervisor Custromer Care Stasiun Kotabaru Malang Hermawati Hera saat menunjukkan contoh E-Boarding Pass KAI Access. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Para wisatawan yang tengah asyik bepergian di Malang Raya tak perlu takut tertinggal kereta api karena tak sempat mencetak tiket. Sebab. Stasiun Malang Kotabaru sudah menerapkan sistem e-boarding pass alias check-in keberangkatan secara elektronik. 

Sistem ini adalah boarding pass elektronik yang diterbitkan oleh aplikasi KAI Access versi terbaru melalui smartphone berbasis android. Supervisor Custromer Care Stasiun Kotabaru Malang Hermawati Hera mengatakan, pilihan ini sangat praktis digunakan bagi para wisatawan. "Jadi, misalnya posisi masih di Kota Batu atau di pantai, dua jam sebelum keberangkatan bisa check-in. Sehingga meski buru-buru dan sampai di stasiun mepet, tidak usah repot cetak tiket," ujar Hera. 

Untuk mendapatkan e-boarding pass ini, lanjut Hera, calon penumpang KA dapat memesan tiket KA melalui aplikasi KAI Access versi terbaru. Setelah melakukan proses pembayaran, calon penumpang KA dapat mengunduh e-boarding pass ini mulai dari dua jam sebelum keberangkatan KA. "Penumpang yang sudah mengunduh e-boarding pass tidak perlu lagi mencetak boarding pass di check-in counter di stasiun," kata dia. 

Hera menegaskan, e-boarding pass merupakan dokumen yang sah. Dengan menggunakan e-boarding pass, maka penumpang tidak perlu antre lagi di stasiun untuk melakukan cetak tiket. Sebab, adanya sistem ini diharapkan  dapat meningkatkan pelayanan dan mempermudah pelanggan dalam menggunakan jasa kereta api. "Jadi, tinggal ke pintu masuk untuk scan barcode e-boarding pass dan menunjukkan identitas asli kepada petugas boarding," tambahnya. 

Namun, meski sudah diberlakukan sejak 2 Oktober lalu pengguna e-boarding pass di stasiun tersebut masih belum banyak. Angkanya baru mencapai sekitar 100 pengguna hingga minggu ketiga Oktober. Padahal, perhari ada sekitar tiga ribu penumpang yang berangkat dari stasiun di pusat Kota Malang itu. "Mungkin karena masih baru dan belum banyak masyarakat yang tahu," ucap Hera. 

Selain itu, pengguna e-boarding pass ini juga masih bisa melakukan pembatalan atau mengubah jadwal keberangkatan. "Masih bisa, tapi prosedurnya sama dengan tiket tercetak, yakni menghubungi customer service di stasiun yang telah ditentukan." pungkasnya. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top