Penyidikan Berlanjut, Total 32 Anggota DPRD Kota Malang Sudah Diperiksa KPK

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha saat ditemui awak media di Hotel Santika Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha saat ditemui awak media di Hotel Santika Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki target 120 hari alias empat bulan dalam penyidikan kasus rasuah di daerah, termasuk di Kota Malang. Dalam memperdalam bukti terkait dugaan suap pembahasan APBD Perubahan 2015, hari ini (13/10/2017) dua orang anggota dewan dipanggil ke Jakarta. 

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengungkapkan, hingga saat ini total ada 32 anggota DPRD Kota Malang yang dimintai keterangan. "Untuk jadwal hari ini, ada dua orang saksi yang kami panggil, yakni atas nama Priyatmoko Oetomo dan Yaqud Ananda Gudban," ujar Priharsa melalui pesan WhatsApp.

Selain dua nama yang disebut di atas, beberapa anggota dewan juga telah dimintai keterangan di waktu yang berbeda. Di antaranya Subur Triono, Mohan Katelu, Afdhal Fauza, Teguh Puji Wahyono, Harun Prasojo, Sahrawi, Hery Subianto, Salamet, Bambang Sumarto, Abdul Hakim, Suprapto, HM. Zainudin, Rahayu Sugiarti, Sulik Lestyowati, Sugiharto, Soni Yudiarto, Sukarno, Suparno, Diana Yanti, Choirul Amri, Bambang Triyoso, Wiwik Hendri Astuti, Tri Yudiani, Imam Fauzi, dan Syaiful Rusdi.

Priharsa mengungkapkan bahwa Priyatmoko dan Yaqud dimintai keterangan untuk tersangka M. Arief Wicaksono (MAW). Arief sendiri ditetapkan sebagai tersangka untuk dua perkara. Salah satunya, Arief diduga menerima suap berupa hadiah atau janji, yang diduga berasal dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) saat itu Jarot Edy Sulistyono. "Saksi dipanggil untuk dikonfirmasi seputar peristiwa-peristiwa yang ada kaitannya dengan dugaan perbuatan pidana tersangka," tuturnya. 

Meski demikian, Priharsa enggan menguraikan secara rinci peristiwa-peristiwa yang dimaksud. Dia menambahkan, dari dua saksi yang dipanggil, hanya satu yang hadir memenuhi jadwal pemeriksaan. Yakni Priyatmoko Oetomo. "Untuk Yaqud Ananda Gudban, yang bersangkutan sedang berada di luar negeri. Pemeriksaan akan dijadwalkan ulang, namun belum ditentukan waktunya," ucapnya. 

Dikonfirmasi mengenai ketidakhadiran tersebut, Yaqud hanya menjawab singkat. "Masih di luar negeri. Nanti saat kembali ke Indonesia, saya langsung koordinasi dengan KPK," ujarnya. (*)

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top