Perjuangan Hidup Mati Kampus Swasta di Malang (7)

Jumlah Mahasiswa Sedikit, STIE Malangkucecwara Pilih Fokus Maksimalkan Kualitas

foto istimewa
foto istimewa

MALANGTIMES - Memiliki lingkungan kampus yang rapi dan asri penuh dengan pepohonan yang rindang merupakan salah satu ciri khas kampus STIE Malangkucecwara (ABM) sedari dulu. Kampus ini pun sempat menjadi salah satu kampus berbasis bisnis dan ekonomi favorit di masanya.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, jumlah mahasiswa yang mampu tertampung di STIE Malangkucecwara ini semakin sedikit. Pada tahun ajaran 2017/2018 ini saja STIE Malangkucecwara hanya menerima hampir 600 mahasiswa .

Tetapi, hal tersebut bukan tanpa dasar. Ketua STIE Malangkucecwara Dr Benyamin PhD mengatakan jumlah tersebut merupakan suatu keputusan demi mencetak lulusan-lulusan yang mampu bersaing. “Jumlah peminat dari tahun ketahun fluktuatif. Hanya, kami memang tidak bisa mengambil mahasiswa banyak. Kami akan maksimal dengan jumlah mahasiswa di angka 500-an sesuai dengan rasio dosen,” dia.

Benyamin mengatakan, STIE Malangkucecwara memilih tidak melakukan rekrutmen untuk menambah jumlah tenaga pengajar demi tercapainya kuantitas yang banyak. Sebab, dirinya menginginkan tenaga pendidik yang loyal dan andal.

“Kami ingin menjaring dari dalam ABM. Kami anggap ini sebagai investasi kami. Biarlah berjalan perlahan. Dulu kami fokus kuantitas, tapi sekarang kualitas tentu dibaremgi dengan perbaikan sarana dan prasarana,” imbuhnya.

Selain itu, jumlah mahasiswa baru yang diterima hanya 500-an  karena alih fungsi kelas yang dilakukan. Beberapa kelas difungsikan sebagai laboratorium penunjang perkuliahan mahasiswa dan lainnya.

Di samping sarana dan prasarana, pria yang akrab disapa Ben itu juga menuturkan bahwa beberapa program ABM dirancang khusus mengikuti karakteristik mahasiswa sebagai generasi milenial. Terbaru, kampus yang identik dengan almamater oranye kecokelatan tersebut mewajibkan seluruh mabanya mengikuti English camp yang dilakukan selama dua minggu dengan pendampingan khusus.

Hal lain, untuk beberapa mata kuliah, STIE Malangkucecwara mempersilakan mahasiswanya untuk terjun langsung ke perusahaan-perusahaan untuk melakukan identifikasi langusng terkait permasalahan yang ada pada tubuh perusahaan tersebut. Hal itu dimaksudkan untuk melatih kepekaan dan mempraktikan knowledge yang telah mereka dapat di kelas sehingga nantinya mampu bersaing dengan yang lain.

“Kami sekarang dihadapkan pada satu challenge yang kompleks. Output kami bersang tidak hanya dengan orang Indonesia, tapi juga luar. Karena itu, kami rancang program menyesuaikan dengan mereka yang notabene generasi millennium sesuai dengan karakteristik mereka. Dengan begitu, akan lebih mudah dan lebih efektif,” tandas Ben. “Kami punya standar jaminan mutu sekarang. Kami juga punya perencana. Konsen dengan kualitas adalah sebagai wujud tanggung jawab moril kami,” sambungnya. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top