Pohon Tumbang Nyaris Timpa Kendaraan, Pemkot Malang Intensifkan Monitoring Tanaman Peneduh Jalan

Pohon sengon berdiameter 50 sentimeter tumbang dan nyaris menimpa kendaraan yang melintas di Jalan Untung Suropati Utara, siang ini (13/10/2017). (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Pohon sengon berdiameter 50 sentimeter tumbang dan nyaris menimpa kendaraan yang melintas di Jalan Untung Suropati Utara, siang ini (13/10/2017). (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebatang pohon berdiameter 50 sentimeter tumbang dan nyaris menimpa kendaraan yang melintas di Jalan Untung Suropati Utara, Kota Malang, siang ini (13/10/2017). Akibatnya, kondisi arus lalulintas dari dua arah sempat tersendat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang J. Hartono mengungkapkan pohon tersebut tumbang akibat terjangan angin kencang. "Akarnya sudah lapuk. Jadi, tadi tidak kuat menahan terjangan angin kencang," ujar Hartono. Selain nyaris menimpa beberapa kendaraan yang melintas, pohon juga mengenai kabel listrik tapi tidak sampai putus.

"Akses jalan ditutup untuk sementara sampai keadaan normal kembali," tambahnya. Penutupan akses dilakukan karena sebagian material pohon menghalangi jalan.

Hartono menguraikan bahwa pohon tersebut langsung dibersihkan oleh gabungan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Malang dan petugas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang.

Hartono mengungkapkan, tidak ada kerugian material maupun korban jiwa akibat peristiwa itu. Hanya saja, salah satu mobil mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa dahan pohon jenis sengon. "Kami juga menghubungi pihak PLN untuk mengecek kabel listrik yang terkena ranting pohon," tambahnya. 

Sementara itu, menjelang datangnya musim penghujan, monitoring terhadap pohon-pohon peneduh jalan dilakukan lebih intensif oleh Disperkim Kota Malang. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya pohon tumbang yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. "Kami sudah mendapat informasi kalau saat ini masuk musim pancaroba. Jadi monitoring lebih intensif, melihat keadaan dan kondisi pohon, kira-kira, membahayakan atau tidak," ujar Plt Kepala Disperkim Kota Malang Erik Setyo Santoso.

Menurut Erik, beberapa pemangkasan dilakukan oleh tim pertamanan untuk mengurangi beban pohon. Terutama pada pohon yang dianggap rentan tumbang jika terkena terpaan angin di musim penghujan. Pengurangan beban dilakukan dengan pemotongan dahan dan daun pada pohon. "Tidak menutup kemungkinan akan ditebang jika posisinya membahayakan atau pohonnya sakit dan tidak terselamatkan. Semisal bagian tengah batang tersebut kosong atau batang bagian bawahnya bolong," ucapnya. (*)

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top