Bertopeng Putih ala Zombie, Aliansi Perjuangan Rakyat Malang Tuntut Kesejahteraan Sopir Tangki

Sekitar 30 anggota Aliansi Perjuangan Rakyat Malang menggelar aksi unjuk rasa dan orasi di depan gedung DPRD Kota Malang.  (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Sekitar 30 anggota Aliansi Perjuangan Rakyat Malang menggelar aksi unjuk rasa dan orasi di depan gedung DPRD Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perjuangan buruh awak mobil tangki (AMT) Pertamina di Jakarta mendapat dukungan dari berbagai daerah. Seperti siang ini (13/10/2017), sekitar 30 anggota Aliansi Perjuangan Rakyat Malang menggelar aksi unjuk rasa dan orasi di depan gedung DPRD Kota Malang. 

Selain membawa spanduk dan poster, para demonstran juga mewarnai wajah mereka dengan cat putih. Humas aksi Mulyanto mengungkapkan bahwa penggunaan topeng putih itu untuk menggambarkan mayat hidup atau zombie. "Zombie adalah cerminan mayat hidup. Seperti nasib para buruh AMT," ujarnya. 

Mulyanto menguraikan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas untuk ratusan buruh AMT yang melakukan longmarch (aksi jalan kaki) dari Bandung hingga Jakarta. Mereka menuntut negara membenahi pengelolaan BUMN, terutama Pertamina. Pada November 2016 dan Juni 2017, para buruh AMT dari berbagai depot Pertamina di tanah air tersebut melakukan mogok kerja untuk menolak sistem outsourcing.

Sistem ini mengurangi daya tawar buruh sehingga mereka harus bekerja lebih dari 12 jam sehari. Kelelahan dan tanpa uang lembur ini membuat para supir tangki mudah terbakar dan rentan kecelakaan. Aktivitas PHK juga kerap terjadi tanpa adanya pemberian hak-hak normatif yang seharusnya diberikan kepada buruh berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan. "Kami mengajak dan mengundang seluruh elemen masyarakat, organisasi pemuda dan mahasiswa untuk bersolidaritas didalam aksi ini," terang Mulyanto. 

Menurut dia, aksi solidaritas itu merupakan bentuk dukungan sekaligus bentuk penyadaran kepada masyarakat luas terkait kondisi buruh mobil-mobil tangki yang setiap hari bekerja keras agar suplai bahan bakar minyak (BBM) masyarakat. Ada beberapa tuntutan yang disampaikan dalam aksi bertema "Menggugat Negara Selamatkan BUMN" itu. "Yang utama adalah hapuskan sistem kontrak dan outsourching," tandasnya. (*)

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top