Dokumen Keanggotaan Ditolak KPU, Golkar Sempat Ngotot Minta Diterima

Ketua DPC Golkar Kota Malang Edy Sofyan Jarwoko (berkacamata) (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Ketua DPC Golkar Kota Malang Edy Sofyan Jarwoko (berkacamata) (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES- Hari ini Partai Golkar menyerahkan dokumen keanggotaan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Jumat (13/10/17). Sayangnya, Partai berlambang Beringin ini harus balik badan karena dokumen tersebut ditolak oleh KPU.

Penolakan tersebut jelas membuat sang Ketua DPC Partai Golkar Kota Malang, Edy Sofyan Jarwoko merasa kecewa. Ia tetap ngotot agar dokumen keanggotaan partai yang dibawa sejumlah 1.441 tetap diterima oleh KPU Kota Malang.

Ia menegaskan, bahwa bilamana jumlah minimum anggota partai yang diakui KPU sebesar 835 anggota telah terlampaui, maka seharusnya data Partai Golkar yang sudah melebihi seperseribu yang dibawa bisa diterima.

"Saya kecewa sekali, ini kan datanya sudah melebihi seperseribu, kenapa nggak diterima, pemahaman kami toh nanti sampai akhirnya masa pendaftaran berakhir pada tanggal 16 Oktober 2017 tetap diterima meskipun nggak sama dengan data Sipol," ungkap Edy.

Lanjutnya, jika harus menyesuaikan dengan data Sipol, pastinya akan mengalami kesulitan. Karena memang data anggota Partai Golkar pada Sipol terus bergerak.

"Kalau harus sesuai Sipol dan kami harus memperbaiki, harus ada KTA secara fisik, nah kami pasti sedikit kesulitan. Partai besar seperti Golkar yang anggotanya ribuan, tidak bisa mencetak KTA dengan mendadak dan semua dari pusat, harus membutuhkan waktu," jelasnya.

"Karena itu, kami minta kebijakan dari komisioner, kita tidak minta aneh-aneh," tambah Edy.

Selanjutnya, pihak Golkar akan segera melakukan penyesuaian data sesuai dengan data Sipol seperti permintaan KPU.

"Karena memang KPU pihak yang berhak terkait hal ini, maka ya kalau begitu kita nurut saja sesuai dengan permintaan KPU. Tapi kita memang inginnya kalau sudah seperseribu terpenuhi ya diterima," jelas Ketua Partai berlambang Beringin ini.

Menanggapi kekecewaan Partai Golkar Kota Malang, pihak KPU menjelaskan, bahwa pihaknya tidak bisa serta merta menerima berkas keanggotaan dari Partai Golkar Kota Malang. KPU pun tidak bisa mengambil jalan pintas seperti keinginan pihak Partai Golkar yang ngotot data yang dibawa tetap diterima.

"Kami tetap berpatokan pada surat edaran nomor 580 dimana dalam poin-poin surat tersebut tetap menyebutkan bahwa data yang diserahkan partai terkait keanggotaan harus sama dengan Sipol, meskipun nantinya pada akhir pendaftaran data keanggotaan tetap bisa diterima asal sesuai aturan seperseribu," jelas Ketua KPU Kota Malang, Zainudin, Kamis (13/10/2017).

Lanjut Zainudin, sebenarnya munculnya surat edaran dari KPU Pusat terkait penerimaan berkas keanggotaan partai, malah memudahkan partai untuk mendaftar. Partai hanya harus menyamakan jumlah data anggota dengan Sipol Partai.

"Jadi hanya perlu menyamakan jumlah Sipol Partai dengan Sipol KPU. Jika sudah sesuai, nanti akan langsung diterima tanpa perlu meneliti terlebih dahulu seperti yang dilakukan pada partai sebelumnya. Sebelumnya kan malah meneliti satu-persatu, mencocokan nama dengan alamat pada KTA dan KTP, baru menerima tanda terima, tapi memerlukan waktu lama," ungkapnya.

Pihak Partai Golkar sebenarnya hanya perlu melakukan penambahan sesuai data di Sipol KPU. Di Sipol KPU tertulis sebanyak 1.460, sedangkan di Sipol Partao Golkar hanya tercatat 1.441, dengan selisih yang tidak terlalu besar.

"Jadi partai tidak perlu memikirkan apakah ada data yang dobel, hanya menyamakan jumlah data seperti Sipol. Nanti KPU yang akan memverifikasi," kata Zainudin.

Sehingga dengan ini, ia harapkan Partai Golkar melewati tahapan sesuai surat edaran yang telah dikeluarkan dari KPU Pusat. Sampai nantinya usai masa pendaftaran pada tanggal 16 Oktober, berapapun data keanggotaan partai asalkan melebihi seperseribu maka tetap akan diterima.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top