Revolusi dalam Tubuh Dinas Penanaman Modal Kabupaten Malang (4)

Dukungan Penuh Bupati Rendra Kresna, Naikkan Kelas Kabupaten Malang dalam Investasi

Salah satu potensi investasi wisata di Pantai Balekambang
Salah satu potensi investasi wisata di Pantai Balekambang

MALANGTIMES - Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah tujuan investasi utama di Jawa Timur (Jatim). Terkenal dengan kekayaan alam dan potensi unggulannya, Kabupaten Malang telah menjadi primadonanya Jatim dalam investasi.

Dukungan pemerintah daerah dengan berbagai kebijakan dan programnya semakin membuat Kabupaten Malang sebagai wilayah dengan iklim investasi yang kondusif.

Penilaian iklim investasi ini tidak sembarang dikenakan kepada suatu daerah. Untuk kepentingan tersebut, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan pemetaan potensi investasi dan kategorisasi local risk-nya.

"Jadi saat Kabupaten Malang masuk menjadi local risk investasi itu karena memang potensinya sangat kaya. Ditunjang dengan kondisi sosial, politik, ekonomi yang stabil. Terpenting karena dukungan bupati juga sangat besar," kata Mursyidah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Malang, Jumat (13/10).

Dukungan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna terlihat di periode 2014 yang telah mengangkat Kabupaten Malang dari papan tengah menjadi papan atas dalam ketatnya investasi di Jatim.

Saat di tahun 2008-2014 daerah tujuan utama investasi masih berkutat di ring 1 yaitu Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan sekitarnya. Kabupaten Malang nyaris tidak terpantau radar investor dan tidak masuk dalam 10 besar daerah tujuan investasi.

Hal ini kemudian diubahnya dalam periode pertama Bupati Malang menjabat. Realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) telah menempatkan Kabupaten Malang di peringkat ke-10 dengan nilai Rp 0,25 triliun. 

Sedangkan untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masuk di peringkat ke-7 dengan nominal investasi sebesar Rp 1,85 triliun. 

Di tahun 2016 dan 2017, nilai investasi pun semakin meningkat masuk ke Bumi Arema. Hal ini didorong dengan konsentrasi penuh dalam tiga sektor besar yang terintegrasi yaitu pengentasan kemiskinan, optimalisasi pariwisata dan lingkungan hidup. Juga dengan adanya pembangunan infrastruktur pendukung di Kabupaten Malang.

Jalan tol yang terus dibangun yang akan menghubungkan berbagai destinasi wisata wilayah selatan, penetapan Bromo Tengger Semeru (BTS) sebagai destinasi wisata unggulan nasional, penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari serta Jalur Lintas Selatan (JLS) adalah infrastruktur pendukung investasi.

"Bandara Abdul Rachman Saleh pun yang siap menjadi bandara internasional menjadi pendukung penting investasi ke Kabupaten Malang. Terutama potensi investasi pariwisata," ujar Mursyidah kepada MalangTIMES.

Bahkan, Mursyidah menyampaikan, di tahun 2017 pencapaian investasi akan semakin meningkat dengan adanya update data dari investasi non fasilitas. "Artinya, potensi investasi yang sangat kaya dan bervariasi serta setiap tahun mengalami peningkatan pendukung infrastruktur akan semakin mengukuhkan Kabupaten Malang sebagai jantungnya Jatim," terangnya.

Dukungan penuh Bupati Malang dan kesiapan OPD, khususnya DPM PTSP memberikan pelayanan paripurna bagi investor akan semakin membuat investasi di Kabupaten Malang semakin tinggi pertumbuhannya.

"Ujungnya kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Program pengentasan kemiskinan pun bisa terwujudkan melaluinya," pungkas Mursyidah.

Pewarta : Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top