Revolusi Dalam Tubuh Dinas Penanaman Modal Kabupaten Malang (3)

Ubah Paradigma, Dinas Penanaman Modal Jadikan Sektor Investasi Beranda Depan

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna saat berada di Moskow Rusia dalam rangka promosi investasi (dok. MalangTIMES)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna saat berada di Moskow Rusia dalam rangka promosi investasi (dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Indikator produk kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) yang hanya 'jualan produk perizinan' begitu kuat dan melekat. Pandangan ini perlu dibuang nampaknya, karena dinas yang dikomandoi Mursyidah justru merupakan beranda depannya kabupaten Malang.

Hal tersebut menurut Mursyidah, Kepala Dinas PM PTSP Kabupaten Malang, karena berkaitan dengan tupoksinya dalam mempromosikan potensi wilayah Kabupaten Malang yang kaya raya kepada para investor untuk menanamkan investasi.

"Karena itu kita ubah mindset tentang 'jualan perizinan' menjadi 'jualan potensi'. Ini perlu dilakukan secara serempak. Sehingga sektor investasi kembali menjadi beranda depannya," terang Mursyidah, Jumat (13/10) kepada MalangTIMES.

Pernyataan Mursyidah ini diamini oleh Edi Priyanto Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Penanaman Modal DPM PTSP yang menegaskan, fungsi utama dinasnya adalah mempromosikan potensi investasi yang ada di Kabupaten Malang.

"Ini yang harus terus didegungkan dan dikuatkan dalam masyarakat. Investasi bagian dari pertumbuhan ekonomi. Tanpa menguatkan dan memasifkan promosi potensi investasi, maka visi misi Kabupaten Malang juga akan terganggu," ujar Edi.

Mengubah paradigma atau mindset terhadap keberadaan DPM PTSP memang tidak semudah membalik tangan. Tapi dorongan kuat serta berbagai kebijakan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna selama memimpin Kabupaten Malang, telah mulai semakin terlihat dampaknya.

Hal ini terlihat dari pertumbuhan nilai investasi PDMN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan PMA (Penanaman Modal Asing) terus meningkat setiap tahunnya.

Tahun 2013 tercatat 6,32 triliun rupiah menjadi 6,34 triliun rupiah pada tahun 2014. Kembali meningkat di tahun 2015 sekitar 2,2 persen yaitu menjadi 6,48 triliun rupiah. Di tahun 2016 dengan didorong dengan  program besar Bupati Malang dalam pariwisata, investasi dari proyek PMA dan PMDN meningkat menjadi 6,99 triliun rupiah. Atau naik  sekitar 7,79 persen dengan jumlah proyek yang sama di tahun lalu.

"Nilai tersebut belum termasuk investasi non fasilitas (UMKM) yang merupakan investasi yang paling banyak. Jadi kalau dihitung total bisa sampai 9 triliun rupiah, mas," ujar Mursyidah.

Karena hal itu, potensi investasi harus terus menerus dilakukan promosi secara tepat dan luas. Dengan demikian para investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Malang yang menjadi primadona tujuan investasi Jawa Timur mengetahui dengan jelas segala hal tersebut.

"Inilah yang kita fokuskan kembali. Mengubah mindset dari perizinan semata ke arah promosi berkelanjutan potensi investasi," ujar Mursyidah yang juga menegaskan dinasnya tidak menghasilkan produk tapi menawarkan produk yang sudah ada di Kabupaten Malang.

Pariwisata, agropolitan, perikanan, peternakan, industri, UMKM adalah potensi-potensi investasi yang bertebaran di 33 kecamatan di Kabupaten Malang.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top